Penangkaran Merak di Eduwisata Ndalem Kerto Mendukung Pelestarian Reog

  • 10 Mar 2025 20:52 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Eduwisata Ndalem Kerto, yang terletak di Dusun Gentan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, kini menjadi tempat yang menarik untuk wisata edukasi sekaligus pelestarian budaya. Salah satu konsep bisnis utama yang dikembangkan di tempat ini adalah penangkaran merak, yang bertujuan mendukung kelestarian seni Reog Ponorogo.

Penangkaran merak ini merupakan salah satu inisiatif yang digagas oleh Rohim Ariful sebagai bagian dari upaya pelestarian tradisi Reog Ponorogo. Dalam pembuatan Reog Ponorogo, khususnya dadak merak, bahan utama yang digunakan adalah bulu merak. Menariknya, bulu merak yang digunakan di Ndalem Kerto tidak diperoleh dengan cara yang merugikan satwa tersebut. Bulu merak yang rontok secara alami setelah masa kawin dikumpulkan dengan cara yang tidak menyakiti burung merak.

"Merak itu akan merontokkan bulunya setelah selesai masa kawin. Nah, bulu yang rontok itu bisa dipakai untuk pembuatan dadak merak. Sementara bulu yang tidak terpakai untuk dadak merak Reog, dimanfaatkan untuk membuat gantungan kunci," ujar Rohim Ariful, pengelola Eduwisata Ndalem Kerto, saat siaran acara Entrepreneur Muda PRO 2 RRI Madiun.

Saat ini, terdapat sekitar 100 ekor merak yang ditangkar di Ndalem Kerto, terdiri dari berbagai jenis, seperti merak hijau, biru, putih, dan blorok. Menariknya, penangkaran merak ini tidak terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa tempat dalam area.

Ndalem Kerto sendiri dimulai sejak 2017 sebagai pengembangan usaha perkebunan jambu kristal milik orang tua Rohim Ariful. Pada awal 2022, ia memutuskan untuk mengembangkan tempat ini menjadi wisata edukasi yang lebih besar dengan konsep yang lebih beragam, yakni kebun jambu kristal, penangkaran merak, dan wisata edukasi. Salah satu program unggulannya adalah kunjungan dari sekolah-sekolah, mulai dari TK hingga SMA, untuk melaksanakan outclass.

"Kami menerima kunjungan SD, TK untuk program outing class. Outing class itu menghadirkan pembelajaran di luar kelas untuk anak SD sampai SMA. Jadi puncak ramai ketika akhir semester."

Salah satu konsep utama yang diterapkan di Eduwisata Ndalem Kerto adalah sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Eduwisata ini berupaya untuk tidak hanya menyajikan pengalaman wisata yang menarik, tetapi juga memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

"Kami melibatkan warga setempat untuk turut mengembangkan eduwisata ini. Kami berupaya agar warga sekitar dengan potensi yang mereka miliki tersebut juga bisa merasakan manfaat dari kunjungan wisatanya," tambah Rohim.

Penangkaran merak di Ndalem Kerto kini telah mendapat izin resmi, dan menjadi bagian penting dalam mendukung pelestarian Reog Ponorogo, sekaligus memberikan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan pengunjung. Bulu merak yang dikumpulkan bukan hanya menjadi bagian dari seni budaya, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat mendukung perekonomian setempat, seperti gantungan kunci berbahan bulu merak.

Bulu merak yang tidak terpakai sebagai bahan utama pembuatan dadak merak reog, dimanfaatkan untuk gantungan kunci (Foto: IG @ndalemkerto)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....