Kerajaan Gunung Sahilan, Peran Strategis Sejarah Melayu Kampar
- 10 Feb 2025 16:53 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu situs peninggalan bersejarah. Terletak di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan (Kampar Kiri), Kabupaten Kampar, Riau.
Diperkirakan lama perjalanan dari pusat kota Pekanbaru memakan waktu lebih kurang 1 jam 30 menit untuk sampai ke Kerajaan Gunung Sahilan.
Berdasarkan cerita yang disampaikan juru pemelihara Kerajaan Gunung Sahilan Azirman, Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu kerajaan yang berkuasa di Riau yang merupakan keturunan dari Kerajaan Pagaruyung. Namun setelah Kerajaan Pagaruruyung runtuh, Kerajaan Gunung Sahilan pun berdiri sendiri.
Secara adat maka wilayah Kerajaan Gunung Sahilan dibagi menjadi tiga Rantau yaitu, pertama, Rantau Daulat dari Muara Langgai sampai ke Muara Singingi dengan kampung-kampung nya, Mentulik, Sungai Pagar, Jawi-Jawi, Gunung Sahilan, Subarak, Koto Tuo Lipat Kain. Kedua, Rantau Indo Ajo, mulai dari Muara Singingi sampai ke Muara Sawa disebut Indo Ajo dengan nama negerinya adalah Lubuk Cimpur yang disebut dengan kapalo koto Gunung Sahilan.
Gelar adat dari raja kerajaan ini diberi nama Tengku Yang Dipertuan Besar. Berdasarkan riwayat dan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, raja terakhir kerajaan Gunung Sahilan yang berkuasa bernama Tengku Sulung yang Dipertuan Besar (1930-1945).
Kerajaan Gunung Sahilan yang tersisa bukan merupakan bangunan megah bertiang kokoh, namun istana ini merupakan bangunan rumah yang sudah cukup renta. Walaupun demikian, bangunan rumah panggung berdinding papan ini merupakan bangunan yang sangat penting pada masa Kerajaan Gunung Sahilan berjaya.
Ratusan tahun lamanya bangunan ini tegak kokoh, meski kini terlihat memprihatinkan namun Istana Kerajaan Gunung Sahilan ini memiliki nilai sejarah yang panjang dan bertahan sebagai bukti untuk sejarah yang harus dilestarikan.
Di dalam bangunan bersejarah ini terdapat beberapa benda-benda dan koleksi sejarah yang bisa dilihat oleh pengunjung, di antaranya adalah meriam kecil (lelo).
Selain itu terdapat juga bukti-bukti benda yang dimiliki Kerajaan Gunung Sahilan seperti kendi, tombak, pedang, gong hitam, payung kerajaan, dan guci-guci antik. Menurut masyarakat setempat, ada hal aneh tentang guci tersebut. Biasanya guci ini akan berisi air penuh pada musim kemarau, dan malah kosong pada saat hujan. Selain itu, ada juga sisa-sisa tempat tidur raja kerajaan yang dilengkapi dengan foto-foto lama yang terpajang di bagian kamar.
Sebelumnya Gunung Sahilan bernama Gunung Ibul, pada masa itu masyarakat masih memeluk agama Budha. Hal ini dibuktikan dengan adanya kandang babi dan tapak benteng yang ada di kerajaan. Namun, setelah kerajaan Gunung Sahilan berdiri, masyarakat memeluk agama Islam.
Saat ini, situs-situs bukti sejarah di tempat ini terancam punah karena perluasan area kebun sawit yang terus dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....