Lima Desa Adat Bali Suguhkan Kekayaan Budaya Indonesia

  • 01 Des 2024 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Apa yang muncul dalam benak seseorang jika mendengar kata 'Bali'? Mungkin banyak yang langsung terpikir akan keindahan pantai-pantainya.

Namun, Bali ternyata tidak hanya menawarkan destinasi wisata pantai. Banyak tempat menarik lain di Pulau Dewata yang bisa dikunjungi di antaranya desa adat.

Yang menarik, saat berada di desa adat, pengunjung akan disuguhi berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat masyarakat lokal. Berikut adalah lima desa adat di Bali yang wajib dikunjungi saat berwisata di pulau tersebut:

1. Desa Trunyan

Desa Trunyan berlokasi di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kawasan ini sangat terkenal bahkan hingga mendunia karena atraksi upacara pemakaman yang unik.

Prosesi pemakaman oleh masyarakat Desa Trunyan tidak dilakukan dengan cara dikubur atau ritual ngaben. Mereka justru membaringkan jenazah di tanah di bawah pohon Taru Menyan.

2. Desa Nyuh Kuning

Desa yang berlokasi di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, ini memiliki konsep Tri Hita Karana. Dalam hal ini, masyarakat desa tersebut masih menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.

Keharmonisan juga dijaga antara manusia dan manusia, serta manusia dan Tuhan. Uniknya, karena masih menganut konsep tersebut, masyarakat desa ini masih menjaga adat istiadat dan belum tersentuh modernisasi.

3. Desa Pura

Desa yang berlokasi di Kubu, Kabupaten Bangli, ini berjarak 45 kilometer dari pusat kota Denpasar. Nama Desa Pura memiliki arti sebagai pengingat para leluhur.

Karena itu, masyarakat desa berkomitmen untuk menjaga keagungan filosofinya. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana indahnya desa ini dan sangat disarankan untuk datang ke sini.

4. Desa Cempaga

Desa adat selanjutnya adalah Desa Cempaga yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Saat berkunjung ke sini, wisatawan bisa melihat budaya, tradisi, dan tarian sakral.

5. Desa Tenganan Pegringsingan

Desa yang terletak di Kabupaten Karangasem ini sampai sekarang masih memegang teguh aturan dan adat istiadat para leluhurnya. Berbeda dengan Desa Nyuh Kuning yang enggan tersentuh modernisasi, Desa Tenganan Pegringsingan sangat terbuka pada hal-hal modern.

Ini dibuktikan dengan masyarakatnya yang cukup terbuka dan menerima hal-hal seperti listrik, alat komunikasi, ataupun transportasi. Maka jika berkunjung ke sini, tidak usah ragu untuk menggunakan ponsel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....