Banda Neira Festival Masuk 110 Even Wisata Indonesia

  • 13 Nov 2024 19:54 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Banda Neira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda yang menjadi pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku Indonesia. Pulau ini menyimpan sejarah panjang ketika cengkih dan pala menjadi komoditi berharga yang dicari bangsa Eropa.

Selain memiliki kekayaan alam yang berlimpah, Banda Neira juga memiliki sejumlah objek wisata alam, wisata budaya dan juga wisata Sejarah yang tak menarik perhatian wisatawan.

Karena pulau ini memiliki daya tarik yang menakjubkan, maka dilakukan Banda Neira Festival (BNF) 2024 sebagai salah satu festival wisata di Maluku.

Festival ini juga telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), yang terlaksana atas kolaborasi Kemenparekraf bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder pariwisata untuk menaikkan citra pariwisata Indonesia dan penggerak kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif .

“Pelaksanaan Banda Neira Festival tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 November 2024 dan menjadi salah satu agenda event nasional melalui ajang Kharisma Even Nusantara 2024," ungkap Harlyn Sahulata, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Daerah Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah dalam wawancara bersama RRI pada Selasa, 12 November 2024.

Menurutnya, BNF masuk dalam 110 festival pariwisata se-Indonesia dan menjadi satu-satunya festival yang masuk KEN 2024 dari Provinsi Maluku. Kegiatan BNF tahun ini akan dihadiri langsung Direktur Even Daerah Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi.

Dijelaskan Sahulata, BNF merupakan ajang promosi pariwisata Maluku dan Indonesia bertaraf internasional. BNF dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan, juga memperkenalkan Banda sebagai World Heritage Site.

Diharapkan, festival ini dapat membawa dampak positif, baik dari segi sosial budaya, ekonomi, maupun lingkungan.

Dampak dari segi sosial budaya adalah untuk meningkatkan rasa cinta terhadap alam dan budaya Banda, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pelestarian kekayaan budaya Banda.

Sedangkan dari sisi ekonomi yaitu perputaran ekonomi di Banda dan Kepulauan Banda melalui keterlibatan pelaku usaha pariwisata dan Ekraf, promosi produk UMKM lokal, dan pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event.

"Dampak dari sisi lingkungan adalah terus memperkenalkan Banda kepada wisatawan sebagai destinasi ramah lingkungan dan branding agrowisata pala yang memiliki nilai historis jalur rempah dunia," jelas Sahulata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....