H-1 APG, Ada Pesan Indonesia Untuk Dunia

  • 19 Jan 2026 04:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID , Nakhon Ratchasima - Pesta akbar multilomba olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Para Games (APG) akan digelar 20-26 Januari 2026. Kontingen NPC Indonesia terus memaksimalkan berbagai persiapan, termasuk parade defile besok malam.

Menariknya, Presiden National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun memiliki pesan khusus. Pesan yang disampaikan Senny Marbun dari di Nakhon Ratchasima, Thailand tersebut mewakili Indonesia untuk dunia.

Berikut petikan wawancara RRI bersama Presiden NPC Indonesia Senny Marbun H-1 APG Thailand, Minggu, 18 Januari 2026:

RRI : "Pak Senny, perjuangan atlet sudah dimulai beberapa waktu lalu. H-1 tinggal selangkah lagi menuju pembukaan, Pak. Secara overall terlebih dahulu, bagaimana kondisi atlet kita, Pak?"

SM : "Ya, kita berangkat ke sini dengan kondisi yang sangat siap. Mudah-mudahan kita juga mendapatkan hal yang sangat memuaskan. Dan saya sangat mengharapkan doa-doa dari seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia untuk perjuangan kita mengharumkan nama bangsa dan negara."

RRI : "Baik. 290 atlet siap bertanding, tapi H-1 ada yang ditunggu oleh masyarakat tanah air di Indonesia adalah bagaimana pembukaannya, Pak. Nah... tanggal 20 Pak, besok akan dilakukan pembukaan, bagaimana Pak? Ada spill-spill sedikit Pak?"

SM : "Ya, pembukaannya pasti meriah ya. Kayaknya pasti meriah. Setiap pembukaan pasti meriah."

RRI : "Pakaian Indonesia apa, Pak? To the point langsung ini."

SM : "Pakaian Indonesia... mungkin putih-putih, jadi seragam putih-putih mungkin nanti. Dari atas ke bawah putih-putih semuanya."

RRI : "Pak Ketua Umum pakai blangkon apa pakai apa gitu? Ada ciri khas tertentu nggak, Pak?"

SM : "Nggak, nggak ada. Saya ikut atlet saja. Oh, biar sama. Mudah-mudahan semuanya samalah."

RRI : "Baik. Tapi apa yang ingin ditampilkan dari pembukaan nanti? Apa pesan yang ingin disampaikan kepada dunia melalui Indonesia, NPC Indonesia?"

SM : "Ya, kita berpesan kepada masyarakat dunia kalau masyarakat difabel itu juga harganya sebetulnya sama dengan yang non-difabel. Itu yang sudah dilakukan oleh masyarakat olahraga dunia dan sekarang itu pun tersosialisasi dan kita mendapat suatu kehormatan yang luar biasa di Thailand ini untuk satu event yang luar biasa."

Wakil Presiden Gibran Rakabuming beraudiensi dengan Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun. (Foto: Kementerian Sekretariat Negara RI, Sekretariat Wakil Presiden)

RRI : "Lalu apa yang masih menjadi catatan-catatan terkini mungkin dari Pak Ketua Umum terhadap persiapan atlet kita nih Pak, yang notabene mungkin sudah ada yang bertanding beberapa cabang olahraganya?"

SM : "Sebetulnya persiapan-persiapan sudah kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Sampai di Thailand pun kita sudah siap bertanding. Dan tadi saya sudah mengharapkan doa dari seluruh bangsa Indonesia untuk kita sukses mengharumkan nama bangsa dan negara di Thailand ini. Yang lain-lain saya rasa menyusul saja dan mengikuti kondisi."

RRI : "Nah, biasanya kan namanya multi-event Pak, apa pun namanya, termasuk ASEAN Para Games ini ada saja nih Pak mental bertanding, psikologi... Saya tidak bilang terganggu, tetapi ada saja yang membuat gangguan. Nah, ini untuk menjaga, sebagai Ketua Umum, orang nomor satu, untuk para atlet gimana Pak?"

SM : "Sebetulnya kita melakukan ASEAN Para Games sudah sering dan saya rasa tidak ada grogi dan lain-lain, cuma di satu sisi kita kan bertanding di negara orang. Jadi ada cabor-cabor yang kita itu tidak tahu tapi dipertandingkan. Di situ saja sebetulnya handicap buat kita. Lainnya nggak ada saya rasa, dan kita siap untuk bertanding ini."

RRI : "Saya garis bawahi, kita sudah bertanding di setiap negara, bahkan kalau tidak salah—koreksi—empat kali kita Indonesia meraih gelar juara umum, betul ya Pak Ketua? Nah, ini tampil di Thailand kan peringkatnya agak menurun sedikit, artinya peringkat kedua ya Pak yang ditargetkan? 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu. Netizen banyak mengatakan kenapa nggak juara umum lagi Pak, gitu kan?"

SM : "Ya, ini tadi karena di negara orang kan, jadi kita juga apa namanya, kita ngalah sajalah sekarang. Tapi yang untuk ke depan tetap kita ambil alih juara umum. Karena Indonesia kan negara besar dan negara yang sangat kita cintai. Kita tidak mau sebetulnya ini terjadi, tapi ya untuk kali ini kita lepaslah."

RRI : "Pertandingan belum selesai Pak, siapa tahu melejitnya ke atas gitu kan?"

SM : "Tapi nggak bisa. Kita nggak bisa berkhayal soal olahraga karena itu tadi, cabor dan nomornya itu ditambah-tambahi mereka yang kita tidak punya. Dan TC kita kan juga terbatas ya, kalau kita mencetak atlet cabor baru, nomor baru, itu butuh waktu jangka yang lumayan juga untuk mencetak atlet yang bisa kita andalkan."

RRI : "Oke, betul banyak debutan beberapa di setiap cabang olahraganya, itu faktanya ya Pak. Tapi fakta lainnya kan bukankah banyak jebolan juga yang notabene meraih emas di Paralimpiade kemarin? Tokyo, Paris?"

SM : "Dan itu pun sekarang sudah kita lakukan seperti talent scouting ke seluruh kota di Indonesia ini, sudah kita lakukan di 16 kota. Nanti kita terus roadshow ke seluruh kota di Indonesia mencari atlet-atlet muda yang betul-betul apa namanya, potensi untuk olahraga. Kita kan sudah punya training camp 10 hektare itu, ya gunanya itu. Kita ke depan tidak mau lagi seperti yang kemarin-kemarin. Kita koreksilah, diri kita itu hebat sebetulnya dan Indonesia itu besar."

RRI : "Indonesia hebat, kita hebat. Lalu apa nih yang menjadi PR Pak Senny, cita-cita yang masih harus dikejar? Ini bicara di luar dari APG, Pak. Karena sosok Pak Senny dikenal adalah orangnya tegas, motivator... ini dua kata yang saya coba garis bawahi. Dikoreksi mumpung kalau salah, saya nggak ada masalah diomelin. Gimana Pak? Apa yang mestinya kira-kira PR yang Bapak ini harus bisa dikerjakan?"

SM : "Ya, kita semuanya bisa sih, tinggal bagaimana mood kita dan konsentrasi kita. Kita itu kan sama-sama manusia yang punya hak untuk itu. Sekarang sudah kita lakukan sebetulnya sih, sudah kita lakukan. Kita menang di mana-mana, kita menang di mana-mana. Gitu, udah kita lakukan dan itu saya puas. Dan karena itu pun, pemerintah sekarang sudah membangun kita 10 hektare, ya kan."

RRI : "Di wilayah mana Pak, dipertegas?"

SM : "Di Karanganyar, di Surakarta. Dan itu pun langsung kita lakukan talent scouting di seluruh penjuru nusantara ini. Ada 38 provinsi kan, itu harus kita lakukan terus. Kita akan datang ke grassroot kita untuk mencari atlet masyarakat difabel yang betul-betul, apa namanya, potensi untuk olahraga."

RRI : "Baik. Pak Senny, doa kepada masyarakat sudah, harapan untuk pemerintah apa Pak? Atlet kita masih berjuang tanggal 20 sampai 26, silakan."

SM : "Harapan ke pemerintah sih sebetulnya nggak usah kita harapkan, pemerintah juga (sudah-red) tahu masalah itu. Flat saja, yang penting flat saja."

RRI : "Jadi tidak mau vulgar ya?"

SM : "Iya."

RRI : "Pak Senny terima kasih, sukses sehat selalu Pak Ketua Umum."

SM : "Terima kasih, sama-sama."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....