Rundah, Sosok 'Pahlawan Kemanusiaan' Distribusi Bantuan Bencana

  • 10 Des 2025 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN,Tapanuli Utara: Rundah, 55 tahun menjadi salah satu tulang punggung dalam mendistribusikan bantuan ke lokasi terdampak bencana di Tapanuli Utara. Sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan masih terisolasi yakni Pematang Bandar, Parmongan dan Adian Koting.

Ia adalah karyawan PT Seluma Clean Energy, yang tugaskan membawa bantuan ke lokasi terdampak bencana di Tapanuli Utara. Berbekal kendaraan khusus dari kantor, Rundah menerobos longsor dan marabahaya demi menyalurkan bantuan.

"Kalau kondisi jalan longsor dan berlumpur, sulit kalau mobil biasa. Kita punya double cabin. Di depan ada sling, kalau tidak bisa naik maka pakai sling," kata Rundah, kepada rri.co.id saat mengantar bantuan ke Desa Huta Julu, Rabu (10/12/2025).

Muatan sembako seperti beras, pakaian dan makanan diletakan dicabin bak mobil bagian belakang. Adapun sling adalah tali derek untuk menarik mobil mogok karena lumpur.

Reporter rri.co.id turut dalam pendistribusian kebutuhan pokok ke Desa Huta Julu. Rundah, membeberkan alasan bergabung dalam kegiatan kemanusiaan karena ingin meringankan kesulitan yang dialami korban banjir bandang dan longsor.

"Kita sebagai manusia harus tolong menolong, kasihan orang tidak makan berhari-hari, rumah hanyut. Saya simpati melihat mereka,"ujarnya.

"Kita harus berbuat baik kepada sesama. Kepala Desa tadi sempat nanya 'berapa upah', saya jawab gratis karena ini bantuan dari perusahaan,"kata Rundah.

Pascabencana, ia berhasil membawa bantuan ke empat lokasi yang terisolasi . Lokasi tersebut di antaranya Dusun Simarsalaon, Desa Hajoran dan Desa Huta Julu.

Runtah menyatakan kesiapannya jika ada permintaan distribusi bantuan atas arahan dari camat. Biasanya camat yang akan memberikan arahan untuk desa yang akan didatangi.

"Ini melakukan pertolongan bencana alam. Dimana kita diarahkan Pak Camat untuk mengantar bantuan,"katanya.

Adapun jenis bantuan ke Desa Huta Julu yaitu 20 karung beras dan pakaian. Tidak mudah menuju Desa Huta Julu karena harus melintasi jalan sempit, sesekali dijumpai jalan kerikil dan lumpur.

Kepala Desa Huta Julu, Tapanuli Utara mengangkut satu karung beras dan memindahkan ke mobil, Rabu (10/12/2025). Bantuan untuk warga terdampak longsor (Foto; RRI/Sugandi)

Selain itu, sisi jalan adalah lereng dan jurang yang curam. Kondisi semakin mengkhawatirkan jika hujan deras karena akan berpotensi longsor.

Bantuan tiba di Desa Huta Julu dan disambut perangkat desa. Bantuan akan disalurkan kepada warga.

"Masyarakat datang ke desa, kita catat nama, dusun mana dan tanda tangan sebagai tanda sudah terima. Mereka membawa KK untuk kita lihat NIK," kata Perangkat Desa Huta Julu, Risma.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....