Kemudahan dan Risiko Investasi di Era Digital, Seperti Apa?
- 07 Feb 2025 07:07 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Pada era digital yang terus berkembang ini, beragam kemudahan hadir dan bisa kita rasakan bahkan dalam setiap aspek kehidupan. Salah satu diantaranya kemudahan dalam berinvestasi, namun meskipun begitu juga ada risiko yang wajib dimengerti dan dipahami bagi setiap individu.
“Era digital ini adalah era yang membuka mata kita mendapatkan banyak informasi yang tidak terbatas. Terlebih kemudahan untuk mengakses dan mendapatkan informasi terkait investasi yang akan kita lakukan, seperti data informasi yg harus kita olah sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi,” jelas Sri Rustiyaningsih, S.E., M.Si., Ak., Dosen Fakultas Bisnis UKWMS Kampus Madiun kepada RRI Madiun dalam program Mozaik Indonesia, edisi peningkatan investasi, (31/01).
Sedangkan Investasi menurut Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak., yang merupakan Dosen Fakultas Bisnis UKWMS Kampus Madiun, adalah bagaimana kita menanamkan modal untuk jangka panjang.”Artinya kita menunda konsumsi saat ini untuk bisa dikembangkan, jadi ada peluang konsumsi yang lebih besar dalam waktu mendatang,” jelas Haris kepada RRI Madiun.
Dengan begitu, investasi di era digital semakin memberikan kemudahan dan peluang bagi setiap individu, karena dampak yang diberikan pun juga beragam untuk berinvestasi, diantaranya sebagai berikut:
1. Akses ke informasi yang lebih cepat dan luas
Mulai dari berita keuangan, analisis pasar, laporan tahunan perusahaan, dan data ekonomi dapat diterima dalam satu genggaman saja. Era digital memungkinkan para investor mengakses ragam sumber informasi secara real-time. Dengan begitu segala macam keputusan yang hendak dibuat oleh para investor dapat dilakukan lebih informatif, matang dan tepat waktu.
2. Kemudahan dalam berinvestasi
Sekarang ini banyak platform investasi digital, aplikasi saham, maupun platform perdagangan online yang memudahkan cara investor berinvestasi tanpa harus melalui perantara seperti bank. Beragam layanan yang ditawarkan dari masing- masing aplikasi seperti memungkinkan siapa saja untuk mulai berinvestasi dengan sedikit modal.
3. Diversifikasi yang lebih mudah
Peluang untuk mengakses ragam instrumen investasi tentu atau berbagai aset dapat dilakukan oleh setiap investor. Mulai dari saham, obligasi, reksa dana, cryptocurrency (mata uang virtual yang keamanannya dijamin dengan kriptografi.), dan bahkan crowdfunding (teknik pendanaan untuk proyek atau unit usaha yang melibatkan masyarakat secara luas).
4. Investasi secara global
Investasi di era digital, membawa setiap investor untuk melampaui batas geografis atau negara, lantaran peluang berinvestasi di pasar internasional bisa dilakukan dengan mudah. Akses ke berbagai platform trading global memungkinkan investor untuk membeli aset dari pasar di belahan dunia manapun. Contohnya seperti aplikasi trading global seperti eToro atau Interactive Brokers, atau bahkan berinvestasi dalam cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ethereum.
5. Penggunaan Teknologi dalam Analisis dan Prediksi Pasar
Teknologi digital, seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning, telah memperkenalkan metode baru dalam analisis pasar dan prediksi tren investasi. Teknologi ini dapat membantu investor untuk menganalisis pola data yang besar dan memberikan rekomendasi investasi yang lebih cerdas dan berbasis data. Contohnya platform seperti Robo-advisors yang menggunakan algoritma untuk menyarankan portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan individu.
6. Meningkatkan transparansi dan pengawasan
Transparansi dalam era digital semakin mudah dan besar. Platform trading dan aplikasi digital sering kali menyediakan akses langsung ke laporan keuangan perusahaan, sejarah transaksi, dan data penting lainnya, yang memudahkan investor melihat, mengawasi dan menilai kinerja dan risiko investasi.
7. Kemunculan instrumen baru
Banyak pilihan instrumen investasi yang baru dan berbasis teknologi. Pilihan investasi baru itu tentu menawarkan dan memberikan ragam keuntungan meskipun juga disertai risiko yang tinggi.
Meskipun sudah disebutkan terkait bagaimana dampak maupun keuntungan dalam berinvestasi di era digital ini, perlu dibapami juga akan risiko- risiko yang mengikuti. Haris mengungkapkan, seperti halnya akan keamanan data, kemudian penipuan investasi secara online menjadi risiko yang wajib diwaspadai.
“Selain kemudahan pasti ada risiko juga, karena investasi melalui platform digital dapat rentan terhadap serangan cyber, pencurian data, dan penipuan skema Ponzi. Penipuan investasi sering terjadi di dunia cryptocurrency atau dalam bentuk aplikasi investasi palsu yang menawarkan keuntungan besar dengan sedikit risiko,” ungkap Haris.
Lebih lanjut Sri Rustiyaningsih juga mengingatkan kondisi FOMO (Fear of Missing Out) atau fenomena takut ketinggalan sesuatu, karena pengaruh media sosial saat ini. Hal ini dapat membuat para buru- buru memutuskan tanpa pengamatan yang matang, yang berisiko menyebabkan kerugian. Maka dari itu penting memperluas lagi literasi akan investasi di era digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....