Noken Street Fashion dan Wamena Coffee Festival Curi Perhatian Wisatawan
- 07 Agt 2026 18:10 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 menghadirkan format baru dengan menampilkan Noken Street Fashion, Wamena Coffee Festival, dan pameran UMKM.
- Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya pada tanggal 7-10 Agustus 2026 dengan konsep terpadu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
- Inisiatif ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Papua Pegunungan melalui pengalaman langsung pengunjung terhadap budaya lokal dan produk UMKM.
RRI.CO.ID, Wamena - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 tampil dengan wajah baru. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menghadirkan Noken Street Fashion, Wamena Coffee Festival, serta pameran UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Papua Pegunungan.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan pendukung dipusatkan di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya mulai 7 hingga 10 Agustus 2026. Melalui konsep tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga dapat melihat peragaan busana berbahan noken, mencicipi kopi khas Wamena, serta mengenal beragam produk UMKM lokal.
Noken Street Fashion menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian, terbukti dengan banyaknya antusias dari masyarakat serta turis mancanegara yang ikut datang meramaikan dan menyaksikan pameran-pameran tersebut. Peragaan busana ini menampilkan berbagai karya kreatif berbahan dasar noken yang dipadukan dengan desain modern. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin memperkenalkan noken bukan hanya sebagai warisan budaya Papua, tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di industri fesyen.
Di sisi lain, Wamena Coffee Festival menjadi ruang promosi bagi kopi Arabika Wamena yang selama ini dikenal memiliki cita rasa khas pegunungan. Bersama pameran UMKM, festival ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha lokal memasarkan produk kerajinan, kuliner, hingga hasil pertanian kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang hadir dalam pembukaan festival menilai konsep FBLB tahun ini merupakan langkah positif karena memadukan budaya, ekonomi kreatif, dan agrowisata dalam satu rangkaian kegiatan. Menurutnya, potensi wisata alam, budaya, dan kopi yang dimiliki Jayawijaya sangat besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Papua Pegunungan.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip optimistis inovasi tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan menggabungkan atraksi budaya, promosi UMKM, serta pengenalan kopi dan noken sebagai produk unggulan daerah, Festival Budaya Lembah Baliem diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Papua Pegunungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....