Jangan Lupa ada Festival Mini di Pasir Putih Wamena jelang FBLB 2026

  • 25 Jul 2026 08:15 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Himpunan 12 Wisata Alam dan Kampung Budaya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya bakal menggelar Festival mini sehari jelang Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Wamena pada 7 – 10 Agustus 2026.

Panitia festival mini atau pra Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan digelar pada 6 Agustus 2026 di kawasan Wisata Pasir Putih, Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Panitia, Desi Mabel, mengatakan rapat koordinasi terakhir difokuskan pada kesiapan teknis pelaksanaan, mulai dari pencetakan tiket, pembagian personel dari masing-masing objek wisata, hingga pengaturan jumlah anggota yang akan terlibat selama kegiatan berlangsung.

"Kami sudah membahas kesiapan panitia, termasuk pencetakan tiket dan jumlah perwakilan dari masing-masing objek wisata. Karena kegiatan ini dilakukan secara swadaya, kami membatasi jumlah anggota yang terlibat agar pelaksanaannya tetap berjalan efektif," ujar Desi.

Selain kesiapan teknis, panitia juga mulai menyusun konsep pelaksanaan secara lebih rinci, meliputi target peserta, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta skema pelayanan bagi pengunjung. Seluruh lokasi kegiatan disebut telah siap digunakan, sementara koordinasi antar panitia akan terus dilakukan melalui rapat lanjutan hingga menjelang hari pelaksanaan.

Sementara itu, Sekretaris Himpunan 12 Wisata Alam dan Kampung Budaya Wamena, Paulus Himan, menjelaskan bahwa Pra Festival tahun ini mengusung konsep yang berbeda dari festival budaya pada umumnya. Panitia ingin menghadirkan gambaran utuh mengenai kehidupan masyarakat Hubula, bukan hanya menampilkan atraksi perang adat yang selama ini lebih dikenal publik.

"Kami ingin masyarakat melihat proses kehidupan orang tua dulu, mulai dari perkawinan, bakar batu, permainan anak-anak, hingga proses pembentukan karakter sebelum seseorang memasuki masa dewasa. Semua itu akan ditampilkan secara berurutan," katanya.

Salah satu atraksi utama yang akan ditampilkan adalah Wim Luka Tok, sebuah permainan tradisional yang menggambarkan kehidupan anak-anak Hubula dan menjadi simbol keberanian serta kedewasaan dalam kehidupan masyarakat adat.

Menurut Himan, konsep tersebut dipilih karena masih jarang ditampilkan dalam festival budaya berskala besar. Pra Festival diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan sisi lain kebudayaan Hubula yang sarat nilai pendidikan, kebersamaan, dan filosofi hidup masyarakat pegunungan.

Selain pertunjukan budaya, festival juga menjadi media kampanye sadar wisata kepada masyarakat Jayawijaya. Panitia berharap semakin banyak warga yang mengembangkan potensi wisata berbasis budaya, pertanian, kopi, perikanan, maupun potensi lokal lainnya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Yang paling penting adalah membangun kesadaran wisata. Wisata bukan hanya objek alam, tetapi juga budaya, kopi, agrowisata, hingga aktivitas masyarakat yang bisa menjadi daya tarik ekonomi," ujarnya.

Panitia juga memastikan seluruh peserta, pelaku UMKM, dan panitia akan mengenakan atribut budaya asli sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Pengunjung nantinya akan disuguhi berbagai penampilan, mulai dari pakaian adat, tarian, nyanyian tradisional, permainan rakyat, hingga nilai-nilai budaya yang masih dijaga oleh masyarakat Hugulama.

Bagi panitia, Pra Festival bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan investasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mewarisi identitas budaya mereka.

"Kami ingin anak-anak kami kelak tidak hanya mengenal budaya dari foto atau video. Mereka harus melihat, merasakan, dan mempraktekkannya secara langsung. Itulah komitmen kami melalui 12 objek wisata," kata Desi.

Panitia berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, tokoh adat, gereja, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat Jayawijaya agar dapat berlangsung aman dan berkembang menjadi agenda wisata budaya tahunan di Provinsi Papua Pegunungan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat datang ke Wisata Pasir Putih pada 6 Agustus. Mari bersama-sama menjaga warisan budaya leluhur Lembah Baliem dan menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk membangun pariwisata serta ekonomi masyarakat," Ujarnya (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....