Menelusuri Jejak Peradaban Suku Hubula di Wisata Yali Mabel Wamena

  • 05 Mei 2026 01:00 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN – Ditengah dekapan pegunungan Jayawijaya yang dingin, berdiri sebuah benteng terakhir tradisi Papua yang masih terjaga keasliannya, "Wisata Yali Mabel". Disini, pengunjung tidak hanya sekadar melihat, namun melebur dalam detak jantung kehidupan Suku Hubula yang telah bertahan lintas generasi.

Provinsi Papua Pegunungan menyimpan permata wisata budaya yang tak ternilai. Terletak di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Wisata Yali Mabel menawarkan pengalaman autentik yang jarang ditemukan dibelahan bumi lain. Destinasi ini menjadi ruang edukasi bagi siapa saja yang ingin memahami filosofi hidup Orang Asli Papua.

Eksplorasi di Yali Mabel dimulai dengan pemandangan deretan 'Honai' rumah tradisional berbentuk seperti jamur yang menjadi simbol kehangatan keluarga. Keaslian disini bukan sekadar pajangan, masyarakat setempat masih mengenakan pakaian adat seperti koteka dan menjalani rutinitas harian dengan kearifan lokal yang tinggi.

Potret salah satu adegan perang-perangan di Wisata Budaya Yali Mabel Wamena, Papua Pegunungan (Foto: Instagram yalimabel1990)

Salah satu daya tarik utama yang paling dinanti adalah tradisi Bakar Batu. Lebih dari sekadar metode memasak, ritual ini merupakan simbol perdamaian, syukur, dan kebersamaan. Wisatawan diajak menyaksikan langsung bagaimana batu-batu panas digunakan untuk mengolah hasil bumi di dalam tanah, sebuah teknik kuliner purba yang tetap lestari hingga kini.

Terdapat beberapa paket wisaata dengan aktivitas unggulan bagi wisatawan, seperti interaksi budaya langsung dengan masyarakat adat Suku Hubula. Menyaksikan atraksi perang, namun ini bukanlah perang sungguhan, melainkan hanyalah simulasi perang-perangan dan tarian adat yang penuh energi.

Potret Perang-perangan di Wisata Budaya Yali Mabel (Foto: Instagram yalimabel1990)
Potret salah satu adegan perang-perangan di Wisata Budaya Yali Mabel Wamena, Papua Pegunungan (Foto: Instagram yalimabel1990)

Merasakan sensasi bermalam di dalam rumah tradisional Papua yaitu Honai. Serta edukasi sejarah tentang nilai perjuangan leluhur dan kearifan lokal.

Kiprah Wisata Yali Mabel dalam mempromosikan budaya Papua bukanlah hal baru. Telah berdiri sejak tahun 1990, destinasi ini telah mendunia melalui keterlibatan dalam berbagai proyek kreatif berskala internasional.

Sejarah mencatat bahwa Yali Mabel sering menjadi mitra bagi pembuat konten dan sineas, termasuk keterlibatan dalam film legendaris "Denias, Senandung di Atas Awan". Tak hanya itu, delegasi budayanya telah melanglang buana hingga ke Jepang dan Spanyol untuk memperkenalkan kekayaan identitas Suku Hubula kepada dunia.

Bagi yang berencana mengunjungi Wamena, Wisata Yali Mabel menyediakan berbagai paket kunjungan (ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Kategori peserta perorangan dengan estimasi biaya paketnya Rp 1.500.000, Rombongan (5-15 Orang) Rp 5.000.000,- dan Paket Besar (>10 Orang) Rp 10.000.000,-.

Wisata Yali Mabel bukan sekadar destinasi foto, melainkan perjalanan spiritual untuk mengenal jati diri dan menghormati tanah adat. Keberadaan wisata ini berperan vital dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....