Jenis Kartu Pelanggaran Dalam Dunia Sepak Bola
- 01 Jul 2026 13:30 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Secara resmi dalam Laws of the Game (Aturan Resmi Sepak Bola) yang dikeluarkan oleh FIFA dan IFAB (International Football Association Board), hanya ada 2 jenis kartu utama yang diakui secara global dalam kompetisi profesional senior, yaitu Kartu Kuning dan Kartu Merah. Namun, belakangan ini di dunia sepak bola internasional dan beberapa kompetisi domestik di bawah pemantauan FIFA/IFAB, muncul total 5 warna kartu berbeda. Beberapa di antaranya merupakan aturan baru, eksperimen (trial), atau digunakan khusus untuk tujuan non-hukuman dan usia muda. Berikut adalah penjelasan kelima jenis kartu tersebut menurut konteks aturan sepak bola:
1. Kartu Kuning (Yellow Card)
Status FIFA Resmi secara global sejak 1970. Peringatan resmi (Caution) bagi pemain, pemain cadangan, maupun staf pelatih. Arti kartu kuning yaitu pelanggaran diberikan jika melakukan tindakan tidak sportif, memprotes wasit berlebihan (dissent), berulang kali melanggar aturan, menunda dimulainya kembali permainan (mengulur waktu), atau tidak menjaga jarak saat tendangan bebas/sudut.
2. Kartu Merah (Red Card)
Resmi secara global sejak 1970. Kartu merah artinya pengusiran langsung (Sending-off) dari pertandingan dan area teknis tanpa bisa digantikan. Pelanggaran Diberikan untuk pelanggaran sangat berat, seperti tindakan kekerasan (memukul/menendang), tekel berbahaya yang mengancam keselamatan lawan, meludahi orang lain, berkata kasar/menghina, sengaja melakukan handball untuk menggagalkan gol bersih lawan (DOGSO), atau akumulasi menerima kartu kuning kedua.
3. Kartu Biru (Blue Card)
| Baca juga: Jay Idzes Masuk 5 Besar Bek Termahal di Asia |
Status FIFA/IFAB sebagai Eksperimen / Uji coba resmi (Sin-bin protocol). Arti kartu ini adalah Hukuman keluar lapangan sementara selama 10 menit. Kartu ini diperkenalkan oleh IFAB sebagai bagian dari uji coba untuk menjembatani jarak hukuman antara kartu kuning (yang dinilai terlalu ringan) dan kartu merah (yang terlalu berat). Pemain yang terkena kartu biru harus duduk di area khusus selama 10 menit sebelum diizinkan kembali bermain. Dua kartu biru dalam satu laga otomatis menghasilkan kartu merah.
4. Kartu Putih (White Card)
Status FIFA Diperkenalkan sebagai bentuk kampanye sosial & sportivitas. Artiya Apresiasi positif atau penghargaan atas tindakan fair play. Tujuan Berbeda total dengan kartu lain yang bersifat hukuman, kartu putih justru digunakan untuk memuji pemain, tim medis, atau staf yang menunjukkan nilai kemanusiaan dan sportivitas tinggi di lapangan. Kartu ini pertama kali mencuri perhatian dunia saat dikeluarkan wasit dalam pertandingan resmi Piala Wanita Portugal antara Sporting Lisbon dan Benfica untuk mengapresiasi tim medis.
5. Kartu Hijau (Green Card)
Status FIFA Digunakan di turnamen non-afiliasi utama FIFA (seperti CONIFA) atau level usia muda/amatir. Artinya Perintah pergantian pemain akibat pelanggaran perilaku, tanpa merugikan jumlah tim. Tujuannya Di beberapa turnamen eksperimental (seperti Piala Dunia CONIFA), kartu hijau diberikan kepada pemain yang melakukan protes berlebihan atau tidak sportif tetapi tidak sampai level kartu merah. Konsekuensinya, pemain tersebut wajib keluar lapangan saat itu juga, namun timnya diizinkan memasukkan pemain pengganti (jika kuota pergantian masih ada), sehingga tim tidak harus bermain dengan 10 orang.
Jika merujuk pada kompetisi resmi utama FIFA saat ini (seperti Piala Dunia), hanya Kartu Kuning dan Kartu Merah yang berlaku penuh secara hukum dasar sepak bola. Kartu Biru, Putih, dan Hijau merupakan inovasi modern yang digunakan untuk tujuan uji coba regulasi baru serta promosi nilai sportivitas di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....