Tren Negatif Juventus Terus Berlanjut
- 19 Feb 2026 06:59 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, ISTANBUL – Malam kelam menyelimuti Juventus saat bertandang ke markas Galatasaray dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26, Rabu dini hari WIB. Bermain dengan 10 orang, Si Nyonya Tua harus mengakui keunggulan telak tuan rumah dengan skor mencolok 5-2.
Kekalahan ini bukan sekadar pil pahit di kompetisi Eropa, melainkan sinyal bahaya bagi skuad asuhan Thiago Motta yang seolah "lupa cara menang" dalam beberapa pekan terakhir.
Juventus sebenarnya mencoba tampil menekan sejak awal laga. Namun, petaka datang saat salah satu pemain andalan mereka harus diusir wasit lebih awal.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan sempurna oleh Galatasaray yang tampil sangat agresif di hadapan pendukungnya sendiri.
Pesta gol tuan rumah tak terbendung, memaksa kiper Juventus memungut bola dari gawangnya sebanyak lima kali.
Meski Juventus sempat memberikan perlawanan dengan mencetak dua gol hiburan, defisit tiga gol ini menjadi beban berat yang harus dibawa ke leg kedua di Turin nanti.
Kekalahan di Istanbul melengkapi tren negatif Juventus di semua kompetisi. Tercatat, dalam empat pertandingan terakhir, raksasa Italia ini gagal meraih satu pun kemenangan dengan statistik pertahanan yang cukup mengkhawatirkan.

Berikut adalah rincian hasil buruk Juventus belakangan ini:
Serie A : Atalanta vs Juventus 3-0 (Kalah)
Serie A : Juventus vs Lazio 2-2 (Seri)
Coppa Italia : Inter Milan vs Juventus 3-2 (Kalah)
Liga Champions : Galatasaray vs Juventus 5-2 (Kalah)
Dari data di atas, terlihat masalah utama Juventus terletak pada lini belakang. Dalam empat laga tersebut, gawang Bianconeri telah kebobolan 13 gol.
Rata-rata kebobolan lebih dari 3 gol per pertandingan adalah catatan yang sangat tidak identik dengan sejarah pertahanan kokoh Juventus selama ini.
.webp)
Kini, tugas berat menanti tim medis dan staf kepelatihan untuk segera mengembalikan mentalitas pemenang sebelum mereka menjamu Galatasaray di leg kedua. Jika tidak segera bangkit, mimpi melaju jauh di Liga Champions musim ini bisa sirna lebih cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....