Perayaan Syukur Yubelium 800 Tahun Wafatnya Santo Fransiskus Asisi Di Oksibil
- 06 Okt 2026 10:26 WIB
- Wamena
Poin Utama
- YPPK Fransiskus Asisi Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar perayaan syukur untuk memperingati Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi pada periode 1226–2026.
- Perayaan berlangsung di Gedung Aula SOSKAT Oksibil pada Senin, 5 Oktober 2026, dengan menghadirkan keluarga besar yayasan, pendidik, peserta didik, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
- Acara ini mencerminkan komitmen lembaga pendidikan dalam menghormati nilai-nilai spiritual dan warisan Santo Fransiskus Asisi sebagai pendiri ordo Fransiskan.
RRI.CO.ID, Oksibil - Keluarga besar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Fransiskus Asisi Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar perayaan syukur dalam rangka memperingati Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi, 1226–2026.
Perayaan yang berlangsung di Gedung Aula SOSKAT Oksibil, Senin, 5 Oktober 2026, ini dihadiri oleh keluarga besar YPPK Fransiskus Asisi, para pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, tokoh agama, pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana S.T, M.Si turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi.
Bupati menilai, momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan hidup dan karya Santo Fransiskus Asisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pendidikan, pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masyarakat di Pegunungan Bintang.
Bupati berharap semangat Santo Fransiskus, terutama dalam pelayanan, pendidikan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama, terus menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya dalam membangun generasi muda di Pegunungan Bintang serta lembaga pendidikan Katolik terus mengambil bagian dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
“Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Yubileum 800 tahun Santo Fransiskus Asisi. Kita berharap semangat Santo Fransiskus, terutama dalam pelayanan, pendidikan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama, terus menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya dalam membangun generasi muda di Pegunungan Bintang," lanjut Bupati Pegubin.
Sementara itu, Direktris YPPK Pegunungan Bintang Rosalina Saklil.KSFl dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan dari Ketua Badan Pengurus YPPK Santo Fransiskus Asisi Papua.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar YPPK untuk kembali menghidupi spiritualitas dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Santo Fransiskus Asisi.
Semangat kesederhanaan, persaudaraan, pelayanan, cinta kasih, serta kepedulian terhadap sesama diharapkan terus menjadi dasar dalam menjalankan karya pendidikan YPPK, khususnya dalam mendampingi generasi muda di Tanah Papua.
Ia menambahkan bahwa karya pendidikan YPPK bukan hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta didik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki iman, karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan.
“Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali kepada semangat dasar Santo Fransiskus, yaitu hidup dalam persaudaraan, kesederhanaan, kasih, pelayanan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang hendaknya terus kita hidupi dalam karya pendidikan YPPK di Tanah Papua," ujar Rosalina.
Sementara itu, Pastor Paroki Rokudus Mabilabol Yulius Dainang Wadja. Pr selaku pembina mengajak seluruh keluarga besar YPPK Fransiskus Asisi untuk menjadikan perayaan yubileum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk memperbarui semangat pelayanan dan pengabdian.
Menurutnya, teladan Santo Fransiskus Asisi tetap relevan dalam kehidupan saat ini, terutama dalam membangun persaudaraan, menjaga perdamaian, hidup sederhana, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. dirinya menambahkan dunia pendidikan merupakan salah satu tempat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
“Kita merayakan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus bukan hanya untuk mengenang seorang tokoh, tetapi untuk menghidupi kembali semangatnya. Semangat persaudaraan, kedamaian, kesederhanaan dan pelayanan harus menjadi bagian dari kehidupan kita.Mari kita mendidik anak-anak bukan hanya supaya menjadi pintar, tetapi juga menjadi manusia yang memiliki hati, mencintai sesama, menghargai ciptaan Tuhan, dan siap melayani masyarakat," ujar Yulius.
Perayaan syukur Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar YPPK Fransiskus Asisi untuk merefleksikan perjalanan karya pendidikan sekaligus memperkuat komitmen dalam mencerdaskan generasi muda.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan. Seluruh peserta diajak untuk terus meneruskan semangat Santo Fransiskus Asisi melalui karya nyata dalam bidang pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Yubileum 800 tahun Santo Fransiskus Asisi diharapkan menjadi titik tolak bagi keluarga besar YPPK Fransiskus Asisi untuk semakin memperkuat persaudaraan dan menghadirkan pendidikan yang berlandaskan iman, kasih, kedamaian, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Dari Aula SOSKAT Oksibil, perayaan syukur Yubileum 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus Asisi menjadi momentum untuk terus menghidupi semangat “Damai dan Kebaikan” dalam setiap karya dan pelayanan bagi masyarakat serta generasi muda di Tanah Papua. (Reporter RRI Oksibil - Frengki Nalle)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....