Pemkab Pegubin Gelar Rapat Kerja Pencegahan, Pengendalian AIDS, TBC dan Malaria

  • 29 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menyelenggarakan Rapat Kerja Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria untuk tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor.
  • Kegiatan melibatkan pemangku kepentingan utama termasuk kepala perangkat daerah, tenaga kesehatan, kepala distrik, kepala puskesmas, dan tokoh-tokoh adat, pemuda, serta perempuan.
  • Kepala Baperrida Pius Almung menekankan bahwa AIDS, TBC, dan Malaria masih menjadi tantangan serius kesehatan yang memerlukan penanganan terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

RRI.CO.ID, Oksibil - Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar Rapat Kerja Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka penularan penyakit menular di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di antaranya kepala perangkat Daerah, tenaga kesehatan, kepala distrik, Kepala Puskesmas, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, serta berbagai pihak terkait.

Dalam sambutannya kepala Baperrida kabupaten pegunungan bintang Pius Almung menyampaikan bahwa AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan yang membutuhkan penanganan terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA), jumlah kasus HIV di Kabupaten Pegunungan Bintang meningkat dari 434 kasus pada 2023 menjadi 643 kasus pada 2026. Sementara itu, kasus AIDS meningkat dari 119 menjadi 279 kasus pada periode yang sama.

Untuk penyakit tuberkulosis, data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) mencatat sebanyak 94 kasus baru pada 2023, meningkat menjadi 123 kasus pada 2025.

Sedangkan berdasarkan data Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria (e-SISMAL), kasus malaria mengalami peningkatan dari 234 kasus pada 2023 menjadi 3.419 kasus pada 2025.

Peningkatan angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular.

Melalui rapat kerja ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyatukan langkah dan meningkatkan komitmen bersama untuk mendukung target eliminasi AIDS, tuberkulosis, dan malaria pada 2030.

Selain itu, masyarakat juga didorong menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, serta menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga medis.

Pemerintah juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS maupun penderita penyakit menular lainnya, sehingga mereka memperoleh dukungan dan pelayanan kesehatan yang layak.

“Rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, tuberkulosis, dan malaria di Kabupaten Pegunungan Bintang. Diperlukan komitmen bersama, perencanaan yang terarah, serta dukungan seluruh perangkat daerah dan masyarakat agar program penanggulangan ATM dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," ujar Pius Almung .

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang berharap upaya pencegahan dan pengendalian ATM dapat dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pelaporan yang akuntabel. Rapat kerja ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat Pegunungan Bintang yang sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Reporter RRI Oksibil - Frengki Nalle)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....