Pemkab Jayawijaya Dorong 35 Pemuda Jadi Wirausaha Mandiri

  • 15 Sep 2026 07:57 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga terus mendorong generasi muda untuk mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha. Sebanyak 35 pemuda dan pemudi mengikuti pelatihan wirausaha muda yang digelar selama tiga hari, 9–11 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sekolah Minggu Betlehem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan dibuka pada Rabu (9/9/2026).

Staf Ahli Bupati Jayawijaya Bidang Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Natalis Mumpu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong pemuda mengembangkan potensi usaha yang dimiliki.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kegiatan tersebut berhenti hanya pada pelaksanaan pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dengan pengembangan usaha para peserta.

“Pelatihan wirausaha ini bukan kegiatan hari ini selesai lalu besok sudah tutup. Kegiatan ini akan berlanjut,” ujar Natalis.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus memberikan motivasi dan dukungan kepada generasi muda yang memiliki kemauan untuk berusaha.

Natalis berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha masing-masing.

“Pemerintah daerah tidak menutup mata. Kami akan memberikan dorongan, baik secara moril maupun materiil, kepada anak-anak yang memiliki niat dan potensi untuk berusaha,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayawijaya, Narson Wetipo, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus ditujukan bagi pemuda dan pemudi yang telah memiliki usaha maupun sedang merintis usaha.

Menurut Narson, berbagai organisasi perangkat daerah di Jayawijaya juga memiliki program untuk mendorong pengembangan UMKM. Karena itu, Dinas Pemuda dan Olahraga turut mengambil bagian dengan memberikan pembinaan khusus bagi wirausaha muda.

“Kami melatih mereka supaya bisa mengembangkan diri melalui usaha-usaha yang sedang mereka lakukan di tempat masing-masing. Potensi yang mereka miliki harus terus didorong agar mereka bisa mandiri,” jelasnya.

Narson menyebutkan, peserta pelatihan memiliki beragam usaha, mulai dari kios, budidaya lebah madu, usaha kopi, peternakan dan sejumlah usaha lainnya.

Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga akan memperoleh bantuan modal usaha. Nilai bantuan yang disiapkan disebut lebih dari Rp20 juta untuk masing-masing peserta.

Narson mengatakan, pemberian modal tersebut akan diikuti dengan monitoring terhadap perkembangan usaha para peserta.

“Setelah kami memberikan modal usaha, kami akan monitor usaha mereka masing-masing. Kami ingin melihat apakah mereka benar-benar mengembangkan usaha dengan modal yang diberikan,” katanya.

Ia berharap pelatihan yang berlangsung hingga Jumat (11/9/2026) tersebut dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan peserta dalam mengembangkan usaha.

Kegiatan pelatihan wirausaha muda tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang mandiri, mampu memanfaatkan potensi lokal, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan perekonomian di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....