Gubernur Tabo Lepas Bantuan Sukarela ASN untuk Warga Terdampak Bencana

  • 10 Sep 2026 17:55 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan makanan bagi masyarakat terdampak kekeringan, kelaparan dan hujan es di Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, serta wilayah Nduga. Bantuan berupa sayur, umbi-umbian, susu bayi dan susu ibu hamil tersebut merupakan sumbangan sukarela dari seluruh ASN di lingkungan Pemprov Papua Pegunungan.

Bantuan secara resmi dilepas Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Wamena, Kamis (10/9/2026). Jhon Tabo mengatakan, bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama ASN mengumpulkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan pangan.

"Seluruh OPD, ASN mengumpulkan sumbangan ubi, sayur-mayur, supermie, susu bayi, susu ibu hamil. Ini sumbangan sukarela dari seluruh pegawai negeri yang bekerja di Provinsi Papua Pegunungan, pimpinan Sekda, asisten dan semua OPD," ujar John Tabo.

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Distrik Kuyawage dan Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, serta wilayah Kabupaten Nduga. Menurut Gubernur, meski bantuan beras dari pemerintah pusat telah diterima masyarakat, kebutuhan terhadap pangan lokal seperti ubi dan sayur-mayur masih sangat tinggi karena tanaman warga rusak akibat embun beku dan hujan es.

"Karena sayur-mayur semua kekeringan, embun es turun di sana. Semua tanaman terbakar dan jadi busuk," katanya.

Untuk mempercepat penyaluran, Pemprov Papua Pegunungan akan menggunakan pesawat perintis MAF dan jalur darat dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi, Kepala BPBD dan kepala biro terkait ditugaskan mengantar langsung bantuan kepada masyarakat di Kuyawage.

"Besok akan diberangkatkan lewat pesawat MAF dan sebagian dengan kendaraan darat. Kami tugaskan untuk membawa bantuan ini dan menyerahkan kepada orang tua kami yang ada di Kuyawage," jelasnya.

Diungkapkan, Pemprov Papua Pegunungan juga menyiapkan program pemulihan melalui distribusi bibit ubi setelah kondisi tanah memungkinkan untuk ditanami kembali. Penanaman diperkirakan baru dapat dilakukan dua hingga tiga bulan ke depan karena dampak embun beku masih membuat tanah tidak aman bagi tanaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....