Satgas TNI Mengajar Manfaatkan Barang Bekas untuk Tingkatkan Literasi Anak
- 05 Jul 2026 04:33 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Lettu Inf Arif Jumaedi menekankan bahwa keterbatasan fasilitas pendidikan di pedalaman tidak menghalangi penciptaan proses belajar yang menarik melalui pemanfaatan kreativitas dan lingkungan sekitar.
- Kepala SD Inpres Balingga, Tinus Murip, melaporkan peningkatan signifikan dalam motivasi belajar, kehadiran siswa, dan antusiasme mengikuti pelajaran sejak kehadiran TNI dengan media pembelajaran interaktif dari barang bekas.
RRI.CO.ID, Tiom – Satuan Tugas (Satgas) TNI Yonif 511/DY terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di pedalaman Papua melalui program TNI Mengajar. Kali ini, personel Satgas menghadirkan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media edukasi dan permainan tradisional untuk meningkatkan literasi sekaligus kreativitas anak-anak.
Kegiatan tersebut berlangsung di SD Inpres Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Sabtu (4/7/2025). Dalam kegiatan itu, para prajurit mengajak siswa membuat berbagai alat peraga edukatif dari bahan bekas seperti kaleng, botol plastik, dan potongan kayu yang diolah menjadi baling-baling serta permainan sederhana yang dapat digunakan sebagai sarana belajar.
Komandan Pos (Danpos) Balingga, Lettu Inf Arif Jumaedi, mengatakan keterbatasan fasilitas pendidikan di wilayah pedalaman tidak menjadi penghalang untuk menciptakan proses belajar yang menarik dan berkualitas.
"Kami melihat potensi besar yang dimiliki anak-anak Papua. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi media belajar dan permainan, kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Literasi tidak harus selalu bergantung pada buku-buku yang mahal, tetapi juga dapat dibangun melalui kreativitas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar," ujarnya.
Selain mengajarkan keterampilan membuat kerajinan sederhana, personel Satgas juga menyisipkan materi muatan lokal yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta penghormatan terhadap adat istiadat dan kehidupan antarumat beragama. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah.
Kepala SD Inpres Balingga, Tinus Murip, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Satgas TNI. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar para siswa di tengah keterbatasan sarana pendidikan.
"Kehadiran bapak-bapak TNI membawa semangat baru bagi anak-anak kami. Mereka menjadi lebih rajin datang ke sekolah, lebih ceria, dan lebih antusias mengikuti pelajaran karena media pembelajaran yang digunakan menarik serta disertai permainan interaktif dari barang bekas. Program ini sangat membantu sekolah kami," katanya.
Melalui program TNI Mengajar, Satgas Yonif 511/DY berkomitmen terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi masyarakat di pedalaman Papua. Pemanfaatan barang bekas sebagai media edukasi diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta menginspirasi para guru dan pemuda setempat untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....