Layanan Kesehatan Papua Pegunungan Diperkuat, Kemenkes Gandeng 14 RS Nasional
- 26 Jun 2026 23:48 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas bagi masyarakat Papua Pegunungan terus diperkuat. Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pengampuan Layanan Prioritas di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (26/6/2026).
Program tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serta rumah sakit di delapan kabupaten. Melalui program ini, rumah sakit di Papua Pegunungan akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan terhadap berbagai penyakit prioritas, mulai dari kanker, jantung, stroke, uronefrologi, kesehatan ibu dan anak, tuberkulosis, penyakit infeksi emerging, diabetes melitus, gastrohepatologi, kesehatan jiwa, hingga kesehatan mata.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan, kerja sama ini merupakan terobosan penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran program pengampuan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar Papua.
"Ini satu kerja sama yang luar biasa. Program dari Menteri Kesehatan ini supaya tidak lagi harus kita kirim pasien dari sini keluar ke rumah sakit besar," ujar John Tabo.
Diharapkan, melalui kerjasama ini pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya bagi generasi muda asli Papua Pegunungan. "Kami ingin anak-anak gunung menjadi dokter dan tenaga kesehatan agar mengabdi kepada orang tua, saudara, dan kampungnya sendiri," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Obrin Parulian M.Kes menjelaskan, program pengampuan bukan sekadar kerja sama administrasi, tetapi menjadi bentuk pembinaan menyeluruh bagi rumah sakit daerah. Pendampingan akan dilakukan oleh rumah sakit rujukan nasional, disertai pemenuhan alat kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan penguatan sarana pelayanan.
"Pengampuan artinya rumah sakit dibimbing, dituntun, dan diajari. Kementerian Kesehatan juga melengkapi alat serta sarana-prasarana sehingga rumah sakit di setiap kabupaten memiliki layanan kesehatan yang setara dengan daerah lain," jelasnya.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan rumah sakit di Papua Pegunungan mampu menangani kasus-kasus seperti serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal secara mandiri sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Jayapura maupun daerah lain. Seluruh layanan prioritas itu ditargetkan dapat berjalan optimal paling lambat pada 2028.
"Harapan kami, masyarakat Papua Pegunungan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerahnya sendiri dengan dukungan fasilitas, peralatan, dan tenaga kesehatan yang memadai," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....