SMA Negeri 1 Wamena Terima 439 Siswa Baru, Lampaui Kuota Awal 360 Orang
- 24 Jun 2026 19:47 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – SMA Negeri 1 Wamena menerima sebanyak 439 siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut melampaui kuota awal yang ditetapkan sekolah sebanyak 360 siswa, dengan komposisi penerimaan 60 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 40 persen non-OAP.
Kepala SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Wibisono, S.Pd, M.Pd, mengatakan tingginya jumlah siswa yang diterima tidak terlepas dari besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di SMA Negeri 1 Wamena.
“Kuota awal kami sebenarnya hanya 360 siswa dengan komposisi 60 persen OAP dan 40 persen non-OAP. Keterbatasan daya tampung menjadi kendala karena sesuai aturan Dapodik, satu ruang belajar hanya dapat menampung maksimal 36 siswa,” kata Yosep di Wamena, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, kuota tersebut disesuaikan dengan jumlah ruang kelas yang tersedia, yakni 10 ruang belajar. Dengan ketentuan maksimal 36 siswa per kelas, sekolah hanya dapat menerima 360 calon siswa baru.
Namun, tingginya jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 600 orang membuat panitia penerimaan peserta didik baru melakukan penyesuaian. Hasilnya, sebanyak 439 siswa dinyatakan lolos dan diterima untuk mengikuti pendidikan di SMA Negeri 1 Wamena.
“Kalau ruang kelas dan fasilitas mencukupi, tentu kami ingin menerima lebih banyak siswa. Tetapi kami tetap harus mempertimbangkan keterbatasan yang ada,” ujarnya.
Yosep mengakui jumlah siswa yang diterima tahun ini telah melebihi kapasitas ideal yang ditetapkan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurutnya, kebijakan pembatasan jumlah siswa per rombongan belajar dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan.
“Sesuai ketentuan, jumlah ideal siswa yang diterima hanya 360 orang. Pengaturan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa penambahan ruang kelas tidak serta-merta menjadi solusi apabila tidak diikuti dengan penambahan tenaga pendidik. Saat ini SMA Negeri 1 Wamena memiliki total 30 ruang kelasyangsemuahnya telah terisi.
“Kami tidak bisa hanya menambah ruang kelas. Jika ada ruang baru, tentu harus diimbangi dengan ketersediaan guru. Untuk sementara belum ada rencana penambahan gedung maupun tenaga pendidik,” jelasnya.
Yosep Wibisono mengimbau para orang tua dan calon siswa agar tidak terpaku pada SMA Negeri 1 Wamena. Menurutnya, terdapat 13 SMA dan SMK di Kota Wamena yang dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan.
“Semua sekolah memiliki tujuan yang sama dalam mendidik siswa. Yang paling penting adalah kemauan anak untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Terkait persyaratan penerimaan peserta didik baru, Yosep menjelaskan bahwa calon siswa wajib melengkapi dokumen resmi, seperti surat keterangan lulus, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Seluruh dokumen tersebut diperlukan karena sistem administrasi pendidikan kini telah berbasis data digital.
Selain itu, tahun ini SMA Negeri 1 Wamena menerapkan sistem Computer Based Test (CBT) dalam proses seleksi. Langkah tersebut dilakukan untuk membiasakan peserta didik menggunakan teknologi digital sejak dini.
“Kami ingin anak-anak terbiasa menggunakan komputer karena proses pembelajaran saat ini semakin banyak memanfaatkan teknologi digital,” katanya.
Yosep menambahkan bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Namun setelah diterima, siswa akan dikenakan biaya untuk pengadaan atribut sekolah, seperti topi, dasi, lambang sekolah, kaus, dan batik sekolah.
“Biaya tersebut tidak memberatkan siswa maupun orang tua karena hanya untuk kebutuhan atribut yang digunakan selama bersekolah,” tutup Yosep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....