Angginak Wanimbo Wujudkan Mimpi Bertemu KDM, Bawa Pesan Papua Lewat Buku
- 01 Jun 2026 22:22 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Mengetahui akan kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke tanah Papua, mendorong keinginan Angginak Sepi Wanimbo, seorang pegiat literasi Papua, untuk bertemu langsung dengan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi. Kedatangan Dedi Mulyadi ke Jayapura, Provinsi Papua, guna menghadiri Konferensi ke III, yang di gelar Analisis Papua Strategis (APS).
Dari Ibu Kota Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Kota Tiom, mendengar kabar kedatangan orang yang dikaguminya tersebut, makin membulatkan tekad Angginak untuk terbang menuju Kota Portnumbay Jayapura. Agginak kepada RRI melalui pesan whatsap mengatakan, selain karena sebagai Ketua APS Kabupaten Lanny Jaya, kedatanganya pada konferensi ke III ini, juga dilatar belakangi keinginan bertemu sosok Dedi Mulyadi, untuk memberikan cendera mata sebuah buku karya tulis miliknya.
"Saya selama ini ingin secara langsung atau secara fisik bertemu dengan beliau tetapi dibatasi dengan ruang dan waktu tetapi juga jarak Papua dan Jawa Barat yang begitu jauh. Tetapi lewat acara akbar APS ini, Tuhan begitu baik membawa momentum ini bagi saya untuk bertemu Dedi Mulyadi," kata Angginak, lewat pesan Whatsap nya, Sabtu (30/5/2026).
Sesaat setelah KDM (Kang Dedi Mulyadi), hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu, tibalah momen yang lama di nantikan pegiat literasi ini, untuk memberikan cendera mata kepada sosok yang di kaguminya. Dua buku yang diberikan diantaranya buku karya Angginak, dengan judul "Transmigrasi dan Hak Atas Tanah Adat Orang Asli Papua" dan "Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua", Karangan Socratez Sofyan Yoman.
"Kalau yang lain berikan noken, gelang, kalung, tetapi saya sebagai anak yang terdidik dan bersekolah berpikir bijaksana lebih baik saya berikan kedua kado yaitu karya buku dari pada barang lain," ungkapnya.
Angginak mengharapkan, dengan adanya dua buku ini, Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan sosok pemimpin yang begitu mencintai budaya dan adat istiadat, juga dapat memahami dan mengetahui kondisi yang sedang dirasakan oleh orang asli Papua saat ini.
"Waktu menerima buku itu, beliau berpesan untuk kami selalu merawat bahasa, budaya, tanah dan hutan dengan baik sebab nafas kehidupan orang asli Papua ada disana ketika bahasa, budaya, tanah dan hutan diambil alih dikuasai oleh orang lain maka akan jadi tamu di negerinya sendiri," jelasnya.
Diungkapkan, alasan dirinya memberikan buku, karena melihat sosok KDM yang merakyat dan mempunyai kepedulian yang besar terhadap masyarakat Papua.
"Dalam kesempat yang baik ini saya tidak bisa sampaikan pesan melalui lisan tentang kondisi ril yang dihadapi dalam kehidupan sehari - hari bagi rakyat tetapi saya berikan kedua buku tentang situasi rakyat Papua ada di dalam buku," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....