Bupati Jayawijaya Ajak Pemuda KINGMI Jadi Agen Perdamaian

  • 28 Mei 2026 23:23 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengajak pemuda-pemudi Gereja KINGMI untuk menjadi agen perdamaian dan menjaga keamanan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Jayawijaya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda, Lekius Yikwa, saat membuka secara resmi kegiatan Ret-Ret Pemuda Pemudi KINGMI Koordinator Jayawijaya, Selasa (26/5/2026).

Dalam sambutan Bupati, dikatakan ret-ret pemuda merupakan kegiatan rohani yang penting bagi kaum muda untuk menarik diri sejenak dari rutinitas sehari-hari guna memperdalam iman, membangun keakraban antar pemuda, serta menyegarkan rohani melalui doa, ibadah, dan pembelajaran Alkitab. “Melalui ret-ret ini saya berharap para pemuda dapat mengambil waktu sejenak untuk berhenti dari rutinitas harian, merenung, dan memperbaharui iman,” ujarnya.

Ditegaskan, momentum ret-ret tidak hanya menjadi ajang berkumpul biasa, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, mental, dan iman generasi muda gereja. Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pemuda gereja harus hadir sebagai agen perubahan yang membawa terang dan kasih di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah daerah sanga mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan pembinaan rohani karena pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter kuat merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga mengajak pemuda-pemudi KINGMI, untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pasca terjadinya konflik perang antar suku yang sempat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga di daerah tersebut.

“Saya berharap pemuda KINGMI mampu menolak segala bentuk provokasi dan menjadi agen perdamaian di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” kata Lekius.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar menghindari pergaulan negatif demi menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif. Menurutnya, perang maupun pertikaian yang terjadi di masyarakat tidak mendatangkan manfaat, melainkan membawa dampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, hingga masa depan daerah.

“Mari kita berkolaborasi untuk memantau dan menjaga keamanan serta kenyamanan keluarga dan lingkungan tempat tinggal kita,” tutupnya.

Dalan mensukseskan kegiatan Ret-Ret ini, pemerintah daerah setempat juga memberikan bantuan dana sebesar 55 juta rupiah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....