Bupati Jayawijaya: Perang Antar kelompok di Wamena Disepakati Berakhir

  • 17 Mei 2026 09:11 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, aparat keamanan, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat sepakat menghentikan perang antar kelompok masyarakat yang terjadi di Wamena pada Jumat 15 Mei 2026. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat kerja Bupati Jayawijaya, Sabtu (17/5/2026), dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk dan dihadiri Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo beserta wakil gubernur, beberapa bupati dan wakil bupati se-Papua Pegunungan, anggota legislatif, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Usai rapat koordinasi, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, kepada RRI menegaskan bahwa seluruh pihak telah bersepakat untuk menghentikan konflik dan mengembalikan situasi keamanan di Wamena agar kembali normal.

“kami memutuskan beberapa hal penting yakni kami sepakat perang ini berhenti hari ini juga, tidak dilanjutkan lagi besok dan seterusnya,” ujar Atenius Murip.

Selain penghentian konflik, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan terhadap korban perang maupun warga yang mengungsi akibat bentrokan tersebut. “kemudian kami akan inventarisir korban perang dan juga pengungsi,” katanya.

Terkait korban hanyut di kali uwe, Bupati menyebut berdasarkan data sementara terdapat sekitar 33 orang yang dilaporkan hanyut dan hingga kini 22 orang telah ditemukan. Untuk proses pencarian korban lainnya, menurutnya akan dilakukan secara khusus oleh aparat gabungan.

“disepakati akan melakukan pencarian khusus oleh aparat keamanan, TNI Polri, Satpol PP dan BNPB serta Basarnas mulai besok,” ucapnya.

Dijelaskan, saat ini status tanggap darurat pascabencana masih berlangsung dan memasuki hari ke-9, sehingga masih tersedia waktu lima hari untuk melakukan pencarian secara masif terhadap korban yang belum ditemukan. Dalam rapat itu juga diputuskan seluruh massa dari luar daerah yang datang ke Wamena untuk membantu perang akan dipulangkan kembali ke daerah masing-masing guna mencegah konflik susulan.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pun mengimbau masyarakat agar kembali menjalankan aktivitas secara normal. “Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya aktivitas dapat berjalan kembali normal hari ini. Masyarakat yang mengungsi di Polres, Kodim maupun di sejumlah titik di kota boleh kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

Ia juga memastikan mulai besok kegiatan ibadah dan aktivitas masyarakat lainnya dapat kembali dilaksanakan seperti biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....