BP3OKP Papeg Menggalang Kemitraan, Kopi Menjadi Program Unggulan 2025-2029

  • 22 Apr 2026 03:45 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Rapat Kerja Kemitraan dan Kolaborasi dalam rangka optimalisasi potensi kopi lokal. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, dihadiri oleh berbagai stakeholder penting, Kamis (16/4/2026).

Rapat ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah, perbankan, koperasi, asosiasi kopi, hingga para petani dan pelaku usaha. Dalam kesempatan ini, dipaparkan materi mengenai Program Unggulan Kopi dari BP3OKP - Papua Produktif. Yoyo Iwik Sriyoto, selaku Anggota BP3OKP Pokja Papua Produktif, menegaskan komitmen untuk menggerakkan kembali sektor kopi sesuai dengan Rencana Aksi Program dan Proyek (RAPP) tahun 2025-2029.

"Kita harus mengecek dan menggerakkan kembali produk unggulan Provinsi Papua Pegunungan sesuai RAPP 2025-2029, yaitu Kopi. Ini adalah aset daerah yang harus kita bangkitkan bersama," ujar Yoyo Iwik Sriyoto.

Lebih jauh, Yoyo yang juga selaku Ketua Ekonomi Kreatif Gekrafs Provinsi Papua Pegunungan, menjelaskan bahwa ada tiga fokus utama dalam pertemuan ini. Pertama, mendorong petani untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan agar ketersediaan bahan baku ke depannya terjamin.

"Kita mendorong para petani agar intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kopi bisa berjalan kembali. Tujuannya agar stok bahan baku kopi ke depan aman dan tidak mengalami kelangkaan," tegasnya.

Kedua, pelaku usaha dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) diminta untuk terus meningkatkan produk-produk turunan kopi, mulai dari home industri hingga pengelolaan gerai atau kafe kopi lokal.

"Kami juga mengajak para pelaku usaha UMKM/Ekraf kopi agar produk-produk home industri turunan kopi lokal, serta gerai atau kafe kopi tetap ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya," tambahnya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Karo Perekonomian, Kepala Cabang Bank Papua, Ketua Koperasi Provinsi, Ketua Asosiasi Kopi 8 Kabupaten, hingga Ketua ASKI ini, ditekankan pentingnya sinergi. Kolaborasi ini diperlukan agar kopi Papua Pegunungan tidak hanya memenuhi pasar lokal, tapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Melalui kemitraan dan kolaborasi ini, kami ingin memastikan kopi lokal Papua Pegunungan terjaga kualitas dan kuantitasnya, serta mampu memenuhi permintaan pasar global. Selain itu, tujuan besarnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran," pungkas Yoyo.

Rapat ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi demi kemajuan sektor kopi sebagai tulang punggung ekonomi kreatif di Papua Pegunungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....