Perayaan HUT PI KE-72 di Lembah Baliem: Refleksi, Intropeksi dan Komitmen Baru
- 21 Apr 2026 19:37 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-72 di Lembah Baliem digelar dengan penuh khidmat di Lapangan Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4/2026). Acara ini menjadi momen spesial bagi seluruh umat Kristen di daerah itu, untuk mengenang perjuangan para pendahulu dan melakukan evaluasi diri.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia HUT PI Ke 72 di Lembah Baliem, Atenius Murip, menekankan bahwa perayaan tahun ini memiliki tiga harapan besar, yaitu merefleksi sejarah, melakukan intropeksi diri dan membuat komitmen hidup baru yang lebih baik.
"Kita wajib merefleksi perjuangan para misionaris dan orang tua kita dalam memberitakan kabar suka cita Injil Kristus. Ketika kondisi geografis daerah ini kritis, perang antar suku, pengetahuan yang sangat terbatas, bahkan nyawapun mereka pertaruhkan untuk mengabarkan injil," ujar Atenius Murip membuka sambutannya.
Lebih jauh, Atenius mengajak seluruh hadirin untuk merenung dan mengevaluasi kehidupan masing-masing sesuai dengan peran dan profesinya. Ia menegaskan pentingnya hidup sesuai dengan ajaran yang telah diterima selama 72 tahun terakhir.
"Apakah kita sudah hidup seturut pesat Injil Kristus? Kita masing-masing dengan kapasitasnya sebagai kepala daerah, sebagai seorang aparatur sipil negara, pendeta, pastor, pelayan, sopir, sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, mahasiswa dan lainnya. Dan bagian terakhir adalah membuat komitmen untuk kehidupan secara turut dengan Tuhan. Kita sudah 72 tahun menerima Injil Kristus, waktu yang sangat lama, maka kita harus bangkit untuk terlebih dahulu memperbaiki diri, lalu membantu sesama," tegasnya.
Acara ini mengusung tema "Injil membawa keselamatan", yang merujuk pada kitab Efesus 2:13 dan 17, yang bertujuan mempersatukan seluruh elemen masyarakat. Dalam pesannya, Atenius menyoroti peran penting orang tua dan pemerintah sebagai wakil Allah di muka bumi, sebagaimana tertulis dalam Alkitab.
"Di dunia ini hanya ada dua kelompok sebagai wakil Allah, yaitu orang tua dan pemerintah. Orang tua sebagai wakil Allah, maka para anak-anak harus menghormati orang tuanya agar berbahagia, umur panjang, dan semua indah dalam Tuhan. Selanjutnya, pemerintah di dalam kewakil Allah, itu ditetapkan dalam Alkitab Roma 13:1-3," jelasnya.

Ketua Panitia yang juag Bupati Jayawijaya, menyoroti ironi yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menyayangkan masih banyak oknum yang mengaku Kristen namun melakukan tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai kekristenan.
"Ada sebuah ironi di Lembah Baliem, bahwa orang Kristian yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, masih ada sebagian yang sering terlibat dalam aksi-aksi yang tidak manusiawi. Orang Kristen yang telah menerima Injil sesungguhnya telah berhubung dengan percayaan dari Tuhan," ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Atenius Murip memberikan pesan agar setiap orang kembali fokus pada profesinya masing-masing dan meninggalkan kebiasaan buruk yang merusak generasi dan daerah ini. "Pulang dan bertekunlah pada profesi masing-masing jangan pusing dengan urusan orang lain.," pungkasnya.
Perayaan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, hingga umat dari berbagai penjuru Lembah Baliem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....