Waspada El Niño! BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jayawijaya Lebih Panjang
- 16 Apr 2026 07:39 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, JAYAWIJAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait prediksi musim kemarau tahun 2026. Berdasarkan laporan resmi Kepala BMKG kepada Presiden RI (15/4), wilayah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, diprediksi akan menghadapi masa kekeringan yang lebih lama dibandingkan periode normalnya.
Hingga Februari 2026, kondisi iklim di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) terpantau masih dalam fase Netral. Fenomena La Niña Lemah dinyatakan telah berakhir. Namun, BMKG memberikan catatan khusus bahwa terdapat peluang sebesar 50-60% fenomena El Niño akan mulai terjadi pada semester kedua tahun 2026.
Kemunculan El Niño ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu pengurangan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia, sementara suhu muka laut di perairan nusantara saat ini masih berada pada rentang normal hingga hangat (0,5°C hingga 2,0°C).
Awal musim kemarau diperkirakan mulai memasuki wilayah Jayawijaya pada Mei 2026 dengan puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Agustus. Musim kemarau kali ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang/lama dari biasanya, dengan rentang waktu sekitar 9 hingga 16 dasarian (3-5 bulan).
Menanggapi prediksi tersebut, BMKG menghimbau jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera mengambil langkah mitigasi di berbagai sektor:
1. Sektor Pangan & Air: Petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam dan menggunakan varietas yang tahan kekeringan. Pemerintah perlu merevitalisasi waduk dan memperbaiki jaringan distribusi air bersih.
2. Energi & Lingkungan: Memastikan ketersediaan air bendungan untuk operasional PLTA serta menyiapkan respons cepat terhadap penurunan kualitas udara.
3. Hutan & Lahan: Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering menyertai musim kemarau panjang.
Masyarakat diminta mulai membudayakan hemat air dan dilarang keras melakukan pembakaran lahan untuk alasan apa pun. BMKG juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi, atau media sosial BMKG untuk mendapatkan data yang diperbarui secara real-time. (Sumber Data: Laporan Prediksi Musim Kemarau BMKG 2026)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....