Diskominfo Jayawijaya Perkuat Admin Pedasi Kelola Data E-Walidata SIPD 2026

  • 14 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Jayawijaya menggelar Rapat Koordinasi Admin Pedasi sebagai pengelola akun E-Walidata SIPD RI Tahun 2026. Kegiatan yang dilakukan bersama Admin Pedasi Kabupaten Jayawijaya tersebut berlangsung di ruang rapat Dinas Kominfo Jayawijaya, Jumat (13/3/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya, Imanuel Herman Medlama, S.STP, mengatakan bahwa rapat koordinasi ini dalam rangka memperkuat pengelolaan akun E-Walidata SIPD RI tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan implementasi Forum Satu Data Indonesia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Ia berharap penguatan peran admin sistem E-Walidata SIPD RI dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Terkait dengan Forum Satu Data Indonesia, untuk Pemda Kabupaten Jayawijaya bisa dilaksanakan sejak awal. Harapan kami penguatan admin sistem E-Walidata SIPD RI di tahun 2026 ini dapat bekerja lebih baik lagi dengan memperhatikan beberapa kendala tahun lalu yang kurang optimal,” ujarnya.

Dijelaskan, pada tahun sebelumnya masih ditemukan kendala dalam proses penginputan data, karena admin yang bertugas tidak menuntaskan pengisian data secara menyeluruh. Oleh karena itu, pada tahun ini Diskominfo melakukan koordinasi dengan para Kepala Subbagian Program di setiap OPD yang ditetapkan sebagai admin Pedasi.

Menurut Medlama, sebelumnya pertemuan awal juga telah dilakukan bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 40 kepala distrik pada awal pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan peran pimpinan perangkat daerah tetap terhubung dalam proses pengelolaan data.

“Peranan pimpinan perangkat daerah diharapkan tidak terputus dan dapat memastikan setiap data mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan dapat terinput sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Jayawijaya, Farida E. Fautngilyanan, S.Si, mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan memberikan pengarahan umum sekaligus teknis terkait persiapan tahap pengumpulan data. Ia menjelaskan bahwa admin Pedasi ditetapkan dari Kasubbag Program di setiap OPD yang bertugas mengelola akun E-Walidata SIPD RI. Beberapa OPD juga melakukan pergantian admin karena pada tahun sebelumnya ditemukan kendala koordinasi yang menghambat pengumpulan data.

“Beberapa OPD kami ganti adminnya dan dialihkan kepada Kasubbag Program, karena pengalaman tahun lalu banyak data yang terhambat akibat kurangnya koordinasi antara admin dengan bagian program di OPD,” ungkapnya.

Farida menjelaskan, Admin Pedasi merupakan walidata pendukung yang membantu walidata utama, yaitu Dinas Kominfo, dalam menyediakan data statistik sektoral daerah. Tugas utama admin ini adalah merekap data dari seluruh produsen data di masing-masing perangkat daerah sebelum diinput ke dalam aplikasi E-Walidata SIPD RI.

Ia menambahkan keberadaan Admin Pedasi diperkuat melalui Keputusan Bupati sebagai dasar pelaksanaan tugas mereka dalam mengelola data statistik sektoral di setiap perangkat daerah. “Admin Pedasi bertugas menyediakan data dari seluruh bidang pada produsen data dan kemudian menginputnya ke dalam aplikasi E-Walidata SIPD RI,” katanya.

Lebih lanjut, Farida menegaskan bahwa data yang diinput harus merupakan data yang valid dan akurat, karena nantinya akan terintegrasi dengan proses perencanaan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Apabila perangkat daerah belum melakukan penginputan atau data belum dipublikasikan dalam sistem E-Walidata, maka secara otomatis proses penginputan pada tahap perencanaan di Bappeda tidak dapat dilakukan. “Jika data E-Walidata belum diinput atau belum dipublish, maka sistem akan memberikan peringatan sehingga tidak dapat melanjutkan proses pada tahap perencanaan,” tegasnya.

Terkait jadwal penginputan data, Farida menjelaskan tahap perencanaan telah dilaksanakan pada 9 hingga 11 Maret 2026. Selanjutnya tahap pengumpulan data dibuka mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026.

Ia juga mengingatkan kepada para Admin Pedasi untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap data yang telah diinput, karena pada progres penginputan tahun sebelumnya banyak ditemukan data yang masih bernilai nol.“Sebagian besar data yang terisi pada periode 8 Maret hingga 8 Desember 2025 masih menunjukkan angka nol, sehingga pada tahun ini seluruh admin Pedasi diminta melakukan review ulang terhadap data tersebut,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....