Wamena Rumah Bersama, Wakil Bupati Imbau Hentikan Konflik di Mokoni

  • 17 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, langsung turun tangan mengimbau masyarakat Distrik Mokoni Kabupaten Lanny Jaya untuk mengakhiri konflik antarwarga yang mengguncang wilayahnya. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan langsung di lokasi, Senin (16/2/2026).

Ketegangan yang membelenggu Distrik Mokoni mulai mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah daerah. Langkah cepat ini diambil setelah situasi mulai mengarah pada kondisi yang mengancam keselamatan ribuan warga.

Konflik yang dipicu oleh pergantian kepala kampung kini masuk tahap mediasi langsung dari pihak pemerintah. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah Lanny Jaya, anggota DPRK setempat, serta tokoh masyarakat dan adat yang menjadi ujung tombak perdamaian.

Perselisihan bermula dari ketidakpuasan sebagian warga terkait proses kebijakan pergantian kepala kampung di distrik Mokoni. Beberapa elemen merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas dan peran yang cukup dalam keputusan tersebut.

Dampak konflik sudah meluas hingga Kampung Pipitmo distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, yang membuat suasana tidak kondusif sejak hari Sabtu 14 Februari. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dan banyak yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa Kota Wamena harus tetap menjadi benteng stabilitas di Pegunungan Papua. Ia menyatakan bahwa keamanan di ibu kota kabupaten adalah kunci kemajuan bagi seluruh wilayah sekitar.

"Wamena bukan milik satu kelompok saja, ini rumah kita bersama dan jendela bagi tujuh kabupaten lainnya," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa keharmonisan di Wamena akan menjadi contoh bagi seluruh kawasan Pegunungan Papua. "Wamena adalah jantung, jika jantung kita sehat dan tenang, maka seluruh tubuh akan ikut sejahtera. Mari kita hentikan semua tindakan yang merugikan banyak orang, sekarang juga!" ucap Ronny Elopere dengan suara yang tegas namun penuh rasa kasih sayang.

Ia menegaskan bahwa setiap masalah terkait kebijakan atau kewenangan pemerintah tidak pernah layak diselesaikan dengan kekerasan. Selain memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah berjaga tanpa henti, ia juga menyerukan dukungan penuh kepada tokoh gereja.

Menurutnya, pendekatan spiritual adalah kunci utama untuk meredam emosi massa yang sedang memanas. Tokoh agama diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif berperan dalam membangun kesadaran bersama.

"Kami mengharapkan para pemimpin agama bisa memberikan pemahaman melalui firman Tuhan, bukan hanya mengandalkan tangan besi aparat," pinta Wakil Bupati.

Ia yakin bahwa pesan dari ajaran agama akan lebih mudah menyentuh hati nurani setiap individu. Dijelaskan bahwa ketika hati dan pikiran diberikan bimbingan dengan ajaran agama, emosi yang sedang meledak akan secara alami terkendali.

Sementara itu Sekretaris Daerah Lanny Jaya mengkonfirmasikan, bahwa Bupati Lanny Jaya telah berkomitmen menyelesaikan akar masalah pergantian kepala kampung secara adil. Proses penyelesaian akan dilakukan secara administratif dan dengan cara kekeluargaan di Polres Jayawijaya, agar semua pihak merasa diterima dan dihargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....