Pemda Jayawijaya Dorong Perdamaian Konflik Dua Kelompok Warga

  • 20 Jan 2026 23:34 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyalurkan bantuan bama kepada 2 (dua) kelompok masyarakat yang sempat bertikai di Kota Wamena pada Selasa 19 Januari 2026, sore. Bantuan 4 ton beras itu, di antarkan langsung Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, bersama Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, yang di turut didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/POLRI, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya, serta tokoh gereja.

Sebelumnya aksi saling serang antar kelompok masyarakat asal 2 kabupaten di Papua Pegunungan yang mendiami kota wamena, terjadi sesaat proses mediasi penyelesaiaan masalah di Polres Jayawijaya tidak menemui titik temu. Bantuan beras ini disalurkan di 2 lokasi berbeda yaitu di seputaran Sinakma dan satu kelompok lainnya di daerah Mav Lima.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat ditemui awak media menyatakan, bahwa bantuan yang disalurkan, merupakan wujud kepeduliaan dan keprihatinan pemda Jayawijaya, atas pertikaian 2 kelompok masyarakat. Ia mengharapkan, dengan adanya upaya proses mediasi yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten baik itu Lanny Jaya dan Jayawijaya, yang juga di bantu para tokoh adat, tokoh gereja serta TNI/POLRI, permasalah 2 kelompok yang bertikai dapat menemui jalan damai.

“Tadi kami bersama Wakil Gubernur, Wakil Bupati Lanny Jaya, LMA, MRP, Tokoh Gereja, Kapolres, Dandim dan Danyon, sudah ketemu dengan masyarakat Yali dan Lanny di dua tempat berbeda, dan disampaikan secara terbuka kedua belah pihak tidak akan lagi terjadi perang dengan catatan menyelesaikan masalah ini secara damai,” ujar Atenius Murip, di Kantor Bupati, Selasa (20/1/2025).

Menurut Bupati, sebagai ibu kota provinsi yang telah melahirkan 6 kabupaten di wilayah Papua Pegunungan, Kabupaten jayawijaya memiliki tanggung jawab besar untuk dapat membantu meredam permasalahan agar tidak berkepanjangan. “Kami sebagai mama kota memiliki rasa tanggung jawab atas perosoalan ini, dan sebagai bentuk kekeluargaan ke dua bela pihak kami bantu beras, dan mereka juga sampaikan permohonan maaf karena telah menganggu ketertiban keamanan di kota wamena,” ungkapnya.

Lanjut Bupati, dengan adanya upaya proses mediasi yang dilakukan pemerintah provinsi bersama beberapa kepala daerah dan tokoh adat serta tokoh agama, masyarakat di kota wamena dihimbau untuk dapat beraktifitas seperti biasanya.

“Kalau kemarin dan hari ini aktifitas masyarakat di kota wamena sempat terganggu, hari ini kami sampaikan bahwa mulai besok aktifitas masyarakat sudah bisa normal kembali,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....