Anggota DPRPP, Marius Wamu Salurkan Tiga Ton Beras Untuk Korban Banjir
- 05 Mei 2025 14:56 WIB
- Wamena
Wamena, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan, Marius Wamu,SE menyalurkan bantuan Bama, tiga ton beras dan 90 karton Mie kepada warga Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang terdampak banjir.
Penyaluran bantuan Bama (Bahan Makan) dilakukan sejak tanggal 30 bulan April hingga bulan Mei 2025, kepada warga di Distrik Maima, Asolokobal dan Distrik Wita Waya Kabupaten Jayawijaya yang terdampak serius banjir yang terjadi di Wamena.
Anggota DPR Papua Pegunungan, Marius Wamu mengatakan bantuan itu menyasar ke warga terkena dampak banjir yang berada di distrik Maima, Asolokobal dan Distrik Wita waya, masing-masing; Distrik Maima satu ton beras dan 30 karton mie, Distrik Asolokobal 50 sak beras (500 kg) dan 30 karton mie dan untuk Distrik Wita Waya beras satu ton dan 30 karton mie serta kampung Husewa beras 50 sak (500kg) 30 karton mie.
"Jumlah bantuan Bama yang saya suda kasi turun itu, di Distrik Maima untuk tiga kampung, yakni Kampung Minimo, Menagaima dan Kepi berjumlah satu ton beras dan 30 karton mie ditambah rokok. Kemudian di Distrik Wita waya, untuk empat kampung, sama juga satu ton beras ditambah 30 karton mie. Dan tadi [2 Mei 2025)], di Helaluba Distrik Asolokobal itu beras setengah ton atau 50 sak beras tambah 10 karton mie. Terus di Kampung Husewa, beras setengah ton atau 50 sak ditambah 10 karton mie," Terang Marius Wamu.
Anggota DPRP Papua Pegunungan yang juga kader terbaik Partai Gerindra itu mengaku batuanya tidak mewakili lembaga atau sebutan lainnya, tapi bantuan tersebut atas nama pribadi (Marius Wamu,SE) selaku anak daerah yang tentunya wajib untuk hadir ditengah masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir.
"Saya selaku anggota DPRP Papua Pegunungan, tentu saya punya kewajiban untuk hadir dan membantu masyarakat yang lagi menghadapi musibah. Karena saya dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi, musibah banjir ini tidak selalu, kan ini terjadi sewaktu-waktu sehingga kita yang sebagai anggota dewan yang terpilih dari rakyat, kita punya kewajiban untuk membantu," Ujar Wamu.
Marius Wamu juga menyatakan bahwa dirinya selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan yang dipilih oleh rakyat, tidak bisa diam membisu dalam situasi darurat yang dihadapi oleh rakyat.
"Kita yang ada di lembaga DPRP Papua Pegunungan, tidak boleh bisu dengan situasi yang ada di depan mata kita," Tegasnya.
Untuk diketahui, banjir di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Jayawijaya sejak bulan Desember 2024 hingga bulan April 2025. Akibat cura hujan yang tinggi itu, menyebabkan meluapnya sungai baliem [Palim] hingga merendam rumah dan kebun-kebun warga Jayawijaya yang berada di dataran rendah dan pinggiran sungai Baliem [Palim].
Secara terpisah, Bupati Kabupaten Jayawijaya, Athenius Murib menerangkan berdasarkan data BPBD ada sekitar 22 Distrik dari 40 Distrik se-Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan terdampak banjir.
“Dari data BPBD melaporkan bahwa ada sekitar 22 distrik yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Baliem. Adapun jumlah kampung, korban jiwa maupun warga terdampak banjir ini masih di data karena medannya sulit serta sejumlah akses darat terputus akibat longsor sehingga tim masih berupaya mengumpulkan data,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....