Mengambil Ibrah Kedermawanan Rasulullah di Bulan Suci Ramadan
- 04 Mar 2026 13:54 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Memasuki hari ke-14 Ramadan, pesan kebaikan terus digaungkan melalui siaran Mutiara Ramadhan RRI. Menjelang waktu berbuka puasa, ditekankan pentingnya meningkatkan intensitas sedekah sebagai upaya meneladani sifat Rasulullah SAW yang dikenal paling dermawan, terutama saat bulan suci tiba.
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk membersihkan hati dan menghapus dosa melalui berbagi.
Ustad Hasan Difinubun, S.H.I dalam siaran mutiara Ramadan (4/3/2026) di Pro 1 RRI Wamena, mengingatkan kembali bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dermawan, namun kedermawanannya meningkat berkali-kali lipat selama Ramadan. Hal ini merujuk pada hadis saat Malaikat Jibril menemui beliau di bulan suci.
"Sudah sepatutnya kita mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW. Jika di bulan lain kita bersedekah secara berkala, di bulan ini intensitas dan jumlahnya harus kita tingkatkan," ujar Ustad Hasan.
Sedekah di bulan Ramadan memiliki dimensi spiritual yang sangat kuat. Dijelaskan ustad Hasan, ada tiga poin utama yang menjadi alasan mengapa umat Islam harus bersemangat bersedekah:
Pelipatgandaan Pahala
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an, perumpamaan orang yang berinfak seperti menanam satu biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, di mana setiap tangkainya menghasilkan 100 biji.
Penghapus Dosa
Sedekah diibaratkan seperti air yang memadamkan api, mampu menghapus dosa dan membersihkan jiwa.
Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda bahwa naungan seorang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekahnya.
Masyarakat diingatkan agar tidak takut kekurangan harta karena bersedekah. Sebaliknya, keikhlasan dalam memberi justru akan mendatangkan keberkahan dan kelapangan rezeki.
Sedekah juga tidak terbatas pada materi yang besar. Bentuknya bisa beragam, mulai dari memberikan makanan berbuka puasa (ifthar), menyantuni fakir miskin dan anak yatim, hingga bantuan sekecil apa pun, termasuk senyuman yang tulus.
Di akhir siaran, Ustad Hasan dari Kementerian Agama Kabupaten Jayawijaya mengajak seluruh pendengar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
"Marilah kita lihat orang-orang di sekitar kita, apakah ada yang memerlukan uluran tangan? Jangan sampai Ramadan ini berlalu dengan kosongnya kebaikan."
Melalui momentum hari ke-14 ini, umat Islam diharapkan terus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) agar mendapatkan pahala yang mulia di sisi Allah SWT.