Kontroversi Kartu Merah Balogun Memanas, FIFA Izinkan Tampil Lawan Belgia
- 06 Jul 2026 19:22 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Kontroversi mewarnai Piala Dunia 2026 setelah FIFA mengambil keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut membuat Balogun tetap dapat tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar meski sebelumnya menerima kartu merah langsung pada laga melawan Bosnia dan Herzegovina.
Insiden bermula saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Balogun, yang mencetak gol pembuka kemenangan timnya, mendapat kartu merah pada babak kedua setelah wasit meninjau tayangan VAR. Dalam tayangan ulang, Balogun dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic, sehingga wasit mengubah keputusan awal menjadi kartu merah langsung. Keputusan tersebut langsung menuai perdebatan. Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menilai hukuman itu terlalu berat karena kontak yang terjadi dianggap tidak disengaja dan merupakan bagian dari duel perebutan bola.
Awalnya, Balogun dipastikan harus menjalani larangan bermain satu pertandingan sesuai regulasi FIFA yang mengatur bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis diskors pada laga berikutnya. Bahkan, aturan tersebut pada mulanya disebut tidak dapat diajukan banding.
Namun situasi berubah drastis ketika Komite Disiplin FIFA mengumumkan bahwa hukuman tersebut ditangguhkan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Melalui ketentuan itu, pelaksanaan sanksi dapat ditunda dengan masa percobaan selama satu tahun. Artinya, kartu merah Balogun tetap dinyatakan sah, tetapi larangan bermainnya tidak langsung dijalankan sehingga ia tetap bisa memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia. (Sumber: www.reuters.com)
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengaku terkejut dan menyatakan sedang mempelajari seluruh opsi hukum yang tersedia karena menilai aturan seharusnya diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta turnamen.
Kritik juga datang dari UEFA, yang menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang "belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan tidak dapat dibenarkan." Menurut UEFA, kebijakan tersebut berpotensi menciptakan preseden buruk serta menimbulkan keraguan terhadap integritas sistem disiplin dalam kompetisi internasional.
Kontroversi semakin meluas setelah laporan media internasional menyebut keputusan FIFA diambil setelah adanya komunikasi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang meminta agar kasus Balogun ditinjau kembali. Meski demikian, FIFA menegaskan keputusan tersebut merupakan kewenangan Komite Disiplin berdasarkan regulasi yang berlaku.
Di tengah polemik tersebut, Balogun tetap menjadi salah satu pemain kunci Amerika Serikat. Penyerang berusia 25 tahun itu telah mencetak tiga gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan menjadi tumpuan lini depan tim asuhan Pochettino dalam upaya melaju ke perempat final. Kasus ini kini menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang Piala Dunia 2026. Perdebatan tidak lagi hanya mengenai layak atau tidaknya kartu merah yang diterima Balogun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....