Berikut Penjelasan, Apa Itu Flexing?
- 21 Okt 2025 20:32 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Flexing adalah istilah gaul (bahasa Inggris: slang) yang merujuk pada perilaku memamerkan atau mempertontonkan sesuatu yang dimiliki secara berlebihan, terutama di media sosial.
Berasal dari kata bahasa Inggris flex, yang secara harfiah berarti melenturkan (otot). Dalam konteks gaul, ini diartikan sebagai pamer (show off), menyombongkan, atau mendemonstrasikan. Yang dipamerkan biasanya adalah hal-hal yang menunjukkan status tinggi, kemewahan, dan kesuksesan, seperti, harta benda (mobil mewah, jam tangan mahal, pakaian bermerek), kekayaan (saldo rekening, tumpukan uang tunai), pencapaian (karier cemerlang, lulusan luar negeri, penghargaan) dan gaya hidup mewah dan kebahagiaan yang berlebihan.
Meskipun dapat bervariasi, tujuan utama seseorang melakukan flexing seringkali adalah:
1. Mencari Pengakuan
Mendapatkan pujian, kekaguman, atau validasi dari orang lain.
2. Meningkatkan Status Sosial
Ingin dianggap hebat, sukses, atau memiliki kedudukan yang lebih tinggi di mata masyarakat atau pengikut media sosial.
3. Memenuhi Kebutuhan Psikologis
Kadang-kadang didorong oleh rasa insecure (tidak percaya diri) atau kebutuhan untuk menutupi kekurangan, sehingga mencari penghargaan eksternal.
4. Menciptakan Personal Branding
Dalam beberapa kasus (seperti untuk figur publik atau influencer), flexing bisa menjadi strategi pemasaran diri untuk menarik perhatian merek atau mengembangkan karier.
Flexing menjadi sangat populer dengan munculnya media sosial (Instagram, TikTok, dll.), yang memberikan platform mudah bagi seseorang untuk menunjukkan kehidupan mereka secara visual.
Perilaku ini umumnya memiliki konotasi negatif, sering dikaitkan dengan kesombongan, hedonisme, dan mendorong budaya konsumerisme.
Flexing adalah tindakan pamer secara mencolok dan berlebihan atas kekayaan, prestasi, atau gaya hidup mewah, dengan tujuan utama mencari perhatian dan pengakuan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....