Menjelajahi Keunikan Jajanan Pancake Tradisional Asia Tenggara
- 31 Okt 2025 18:16 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Pancake bukan sekadar hidangan sarapan global. Di Asia Tenggara, hidangan ini bertransformasi menjadi representasi kaya akan budaya dan identitas kuliner setiap negara.
Dari Myanmar hingga Timor-Leste, pancake tradisional Asia Tenggara menjadi cerminan penggunaan bahan lokal dan teknik memasak khas yang telah diwariskan turun-temurun.
Keberagaman kuliner kawasan ini terlihat jelas dari variasi bahan yang digunakan. Di Myanmar, ada Mont Pyar Thalet yang berbahan dasar tepung beras, sementara Vietnam menyajikan Bánh Xèo yang renyah, diisi dengan udang dan tauge. Kedua hidangan ini membuktikan bagaimana bahan sederhana dapat diubah menjadi makanan yang sangat dicintai.
Di Indonesia dan Thailand, kelapa menjadi pemain utama yang memberikan aroma dan rasa khas. Serabi adalah pancake lembut dan harum yang dimasak dalam cetakan kecil, sering kali disajikan bersama sirup gula aren atau santan kental.
Mirip dengan Serabi, Khanom Krok dari Thailand juga dimasak dalam cetakan kecil dan kaya akan rasa santan yang manis dan gurih.

Sementara itu, Singapura menghadirkan Min Jiang Kueh, pancake kacang yang tebal dan empuk. Jajanan yang satu ini sering ditemukan di pasar tradisional, menawarkan cita rasa nostalgia bagi masyarakat lokal.
Negara-negara lain di Asia Tenggara juga punya ciri khas rasa tersendiri:
Malaysia: Lempeng Pisang memadukan pisang dan tepung menjadi camilan yang manis dan mengenyangkan.
Filipina: Filipino Hotcakes dikenal lembut, buttery, dan menjadi pilihan sarapan populer.
Timor-Leste: Bahkan Akar yang mungkin kurang familiar memiliki pesona tersendiri dengan tekstur dan rasa yang unik.
Melalui hidangan sederhana ini, terjalin cerita yang kaya tentang tradisi, kebersamaan, dan keahlian kuliner kawasan ini. Pancake tradisional ini tidak hanya memuaskan selera lokal tetapi juga menjadi penjaga warisan keahlian memasak yang berharga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....