Sarang Semut Sarangnya Obat Khas Papua

  • 22 Jul 2024 08:23 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Pernah mendengar sarang semut di Papua dijadikan obat? Kebanyakan dari kita mungkin sudah pernah mendengarnya atau bahkan tidak asing dengan obat yang satu ini.

Walaupun namanya sarang semut, namun bukan sarang semut sebenarnya. Sarang semut sebenarnya merupakan sejenis tanaman epifit yang hidup menempel pada batang pohon besar.

Dinamakan sarang semut karena batang tanaman ini mengembung dan jika dibelah batang tanaman ini akan nampak berongga-rongga. Karena didalamnya berongga mirip dengan sarang semut maka orang menamakan tanaman ini dengan sebutan sarang semut.

Mengutip dari asmatkab.go.id, sarang semut adalah nama sejenis tanaman yang berasal dari tanah Papua. Nama ilmiah tumbuhan ini adalah myrmecodia pendans.

Masyarakat banyak memanfaatkan tanaman ini untuk obat-obatan. Khasiat obat sarang semut khas Papua ini secara turun temurun sudah digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional untuk berbagai keluhan penyakit.

Dalam tulisan Rahmat Yuliandri di bbksda-papuabarat.com, terdapat 71 spesies sarang semut dari genus Myrmecodia dan Hypnophytum, dan dari spesies-spesies tersebut, hanya 3 spesies yang dimanfaatkan untuk pengobatan, salah satunya yang paling banyak dimanfaatkan adalah Myrmecodia pendans.

Masing-masing spesies sarang semut dihuni oleh spesies semut yang berbeda. Sarang semut jenis Myrmecodia pendans dihuni oleh semut jenis Ochetellus sp.

Rupa sarang semut khas Papua (sumber foto: bnp.jambiprov.go.id)

Ini dia beberapa fakta manfaat sarang semut, diantaranya:

1.Anti kanker

Penelitian-penelitian terdahuli telah membuktikan bahwa dengan meminum rebusan sarang semut secara rutin dapat mencegah dan mengurangi pertumbuhan kanker. Senyawa yang berperan dalam hal ini adalah senyawa-senyawa polifenol dan flavonoid.

2. Anti bakteri

Tingginya kadar tannin yang terdapat pada tumbuhan ini dapat berfungsi sebagai antibakteri terutama dalam organ pencernaan. Dengan meminum rebusan sarang semut dapat menghentikan diare dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan kandungan tannin dalam sarang semut efektif dalam melumpuhkan bakteri membahayakan dalam saluran pencernaan.

3. Anti virus

Senyawa Flavonoid memiliki potensi dalam berikatan dan merusak RNA dari SARS CoV-2, sehingga menjadi kandidat obat covid 19. Flavonoid yang berpotensi unuk dikembangkan menjadi profilaksis atau terapi melawan penyakit coronavirus 2019 (Ngwa, 2020). Sarang semut memiliki kandungan Flavonoid sebesar 61,8 mgQe/g.

4. Pengawet alami ikan

Dalam jurnal terbaru yang ditulis oleh Yuliandri tahun 2019, ekstrak sarang semut dapat menghambat pertumbuhan bakteri potensial yang terdapat pada ikan, yaitu Escherichia coli, Vibrio parahaemolyticus, dan Listeria monocytogenes. Penelitian ini merpakan penelitian pertama yang mengeksplorasi peran sarang semut dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan. Dengan demikian, ikan dengan perlakuan pencelupan rebusan sarang semut sebelum penyimpanan, memiliki umur simpan dan daya tahan lebih lama, dikarenakan bakteri merupakan penyebab utama kebusukan ikan.

Dengan mengetahui manfaat sarang semut diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dan juga tidak lupa mendukung pelestarian tumbuhan dengan upaya-upaya nyata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....