Terapi Lintah, Cek Manfaat dan Efek Sampingnya
- 19 Jun 2024 08:56 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Terapi lintah telah dikenal sejak lama sebagai salah satu jenis pengobatan alternatif masyarakat. Orang Mesir Kuno, India, Arab, dan Yunani telah menggunakan lintah sebagai pengobatan terapi untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.
Saat menggigit, lintah akan melepaskan zat tertentu yang dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat terapi lintah seperti dikutip dari Alodokter:
1. Melancarkan peredaran darah
Terapi lintah dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh, manfaat ini dikarenakan sifat antikoagulan pada air liur lintah yang mampu mencegah penggumpalan darah, berkat sifat antikoagulan tersebut, terapi lintah juga banyak digunakan pada tindakan bedah plastik maupun operasi mikro. Meski demikian, efektivitas dan keamanan penggunaan terapi lintah dalam tindakan bedah masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
2. Mengobati penyakit kardiovaskular
Terapi lintah efektif dalam melancarkan peredaran darah. Hal ini membuat terapi lintah banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kardiovaskular. Manfaat terapi ini dikarenakan kandungan hirudin pada air liur lintah.
3. Menurunkan risiko amputasi pada penderita diabetes
Penyakit diabetes memiliki risiko komplikasi, termasuk terhambatnya aliran darah ke tangan, kaki, dan jari-jari yang dapat menyebabkan luka dan kematian jaringan, yang merupakan salah satu penyebab dilakukannya amputasi pada penderita diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terapi lintah bermanfaat untuk mengurangi risiko amputasi, hal ini karena lintah mengandung hirudin yang mampu memperbaiki sirkulasi darah dalam tubuh.
4. Meredakan nyeri Osteoarthritis
Osteoarthritis merupakan radang sendi akibat kerusakan pada tulang rawan yang dapat menimbulkan gesekan antartulang, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Osteoarthritis bisa ditangani dengan berbagai cara, salah satunya dengan terapi lintah, karena sifat anestesi air liur lintah bisa mengurangi rasa nyeri, tak hanya itu, air liur lintah yang bersifat antiradang juga dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi.
5. Mencegah pertumbuhan sel kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air liur lintah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker paru-paru dan kanker payudara. Hal ini karena sifat antikanker dan antikoagulan, serta kandungan hirustasin di dalam liur lintah yang baik untuk mencegah perkembangan sel kanker, kandungan pada air liur lintah tersebut juga bermanfaat untuk mencegah sel kanker agar tidak menyebar atau bermetastasis.
Namun, di balik manfaatnya sebagai pengobatan alternatif, terapi lintah juga memiliki risiko efek samping. Berikut beberapa masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat terapi lintah.
1. Infeksi
Sebanyak 2,4-20 persen tindakan terapi lintah berujung pada infeksi, Aeromonas hydrophila adalah bakteri yang terkait dengan infeksi. Beberapa infeksi berupa septikimia (keracunan darah), selulitis (infeksi pada kulit), dan meningitis.
2. Anemia
Terapi lintah mungkin akan mengurangi jumlah pasokan darah dalam tubuh, kulit yang tebal membutuhkan 200 atau lebih lintah selama sekitar 10 hari. Lintah berukuran besar dapat mengekstraksi darah sebanyak 15 mililiter. Akibatnya, 50 persen pasien akan memerlukan transfusi darah untuk menggantikan sel darah merah.
3. Reaksi alergi
Reaksi alergi umumnya berupa rasa gatal ringan di area target, lintah yang biasa digunakan sebagai obat umumnya lebih sedikit menimbulkan reaksi daripada lintah jenis lain. Namun, reaksi alergi tetap mungkin terjadi, reaksi bisa berupa bercak merah dan gatal pada bagian kulit di area target.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....