Lebah Madu Tanpa Sengat Tinggi Propolis
- 09 Jun 2024 23:12 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Lebah penghasil madu adalah jenis lebah yang mengumpulkan nektar dari bunga dan mengolahnya menjadi madu, seperti diketahui lebah madu memiliki sengat yang dapat menyebabkan terjadi nya alergi ringan hingga alergi berat. Namun, ada beberapa jenis lebah madu tanpa sengat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Trigona atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan lebah klanceng adalah salah satu jenis lebah madu yang tidak menyengat. Trigona hidup dengan membentuk kelompok dalam satu koloni, yang jumlahnya berkisar antara 300–80.000 ekor, dan lebah jenis ini mampu menghasilkan tiga jenis produk yaitu madu, propolis dan roti lebah.
Madu yang dihasilkan trigona mengandung asam fenolik yang meliputi asam p-kumarat, asam protokatechuik dan asam vinilik. Asam fenolik ini mampu menurunkan risiko manusia terkena penyakit kanker dan radang.
Trigona dapat menghasilkan propolis dengan jumlah empat kali lipat dibandingkan dengan lebah hutan dalam jangka waktu yang sama. Propolis ini kemudian digunakan untuk berbagai macam penyakit pada manusia, antara lain sakit gigi, influenza, diabetes melitus, datuberkulosis.
Kemampuan menyembuhkan penyakit ini merupakan efek dari kandungan propolis yang mengandung antioksidan dan fenol yang berlimpah. Roti lebah dijadikan sebagai makanan tambahan bagi kelulut. Kandungan kimianya meliputi asam fitokoidal yang mencegah masuknya bakteri dan perkecambahan di dalam sarang lebah.
Berikut 3 perbedaan madu Trigona dan madu biasa dikutip dari kompas.com:
1. Perbedaan madu biasa dan madu trigona paling mudah dilihat dari teksturnya. Madu biasa bertekstur cenderung kental. Sementara itu, madu trigona memiliki warna hitam agak pekat dan tekstur yang cair.
2. Rasa madu secara umum adalah manis. Namun, cita rasa madu yang berbeda terdapat pada madu trigona. Kelingi menggambarkan, madu trigona memiliki rasa "nano-nano", yakni campuran asam, manis, dan asin.
3. Beda madu biasa dan madu trigona yang terakhir bisa dilihat dari harganya. Dibandingkan madu biasa, harga madu trigona cenderung mahal. Menurut pantauan Kompas.com di e-commerce, sebotol madu biasa berisi 100 miligram dijual seharga belasan ribu, sementara madu trigona harganya berkisar Rp 50.000-Rp 70.000 per 100 miligram, perbedaan harga madu biasa dan madu trigona disebabkan oleh ukuran lebah trigona yang kecil.
Budidaya lebah trigona lebih mudah dibudidayakan bila dibandingkan dengan lebah hutan. Disamping lebih aman dikarenakan trigona tidak menyengat dan mudah melakukan adaptasi dengan lingkungan baru, dalam hal pemberian pakan pun, trigona memiliki sumber makanan yang beragam, sehingga tidak perlu pemeliharaan yang teratur serta tidak perlu peralatan khusus.
Trigona juga tidak memiliki masa berhenti produksi dan lebih tahan terhadap hama penyakit, sifat kehidupan trigona ini membuat budi daya dapat dilakukan secara menetap. Oleh karena itu trigona merupakan jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional, oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan hutan se-Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....