BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

  • 17 Sep 2026 17:23 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID – WAMENA, BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan penyakit jantung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan pendekatan tersebut menempatkan hasil kesehatan (health outcomes) dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar untuk menciptakan nilai bagi peserta JKN.

Menurutnya, transformasi diperlukan untuk menghadapi peningkatan biaya pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pembiayaan JKN memberikan manfaat kesehatan yang optimal.

"Keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membiayai pelayanan kesehatan, tetapi juga memastikan menghasilkan outcome kesehatan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia," ujar Prihati, Rabu (16/9/2026).

Ia menyebut total biaya pelayanan kesehatan Program JKN pada 2025 mencapai Rp191,3 triliun. Sekitar 87,1 persen pembiayaan tersebut berasal dari pelayanan di rumah sakit.

Penyakit jantung menjadi salah satu perhatian karena tingginya utilisasi layanan dan biaya yang diperlukan. Pada 2025, penyakit jantung yang dijamin JKN tercatat lebih dari 29,7 juta kasus dengan pembiayaan sekitar Rp17,35 triliun.

BPJS Kesehatan juga mendorong penguatan layanan di FKTP melalui upaya promotif dan preventif. Langkah tersebut meliputi pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemantauan HbA1C, kepatuhan pengobatan, serta pemantauan peserta berisiko tinggi.

Sementara di rumah sakit, pelayanan diarahkan lebih berorientasi pada mutu dan outcome melalui pendekatan seperti Heart Team, tata laksana sesuai pedoman klinis, pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR), dan staged revascularization.

Prihati menegaskan, perubahan paradigma diperlukan dari sekadar membayar pelayanan menjadi membeli hasil kesehatan yang lebih baik.

"Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....