Minum Manis Setiap Hari, Risiko Kanker Lambung Meningkat
- 11 Sep 2026 22:28 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Konsumsi minuman berpemanis setiap hari berhubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung menurut penelitian Mass General Brigham.
- Penelitian melibatkan 112.284 peserta dari dua studi kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat dengan periode pemantauan berlangsung selama beberapa dekade.
- Sebanyak 278 peserta mengalami kanker lambung selama periode pemantauan penelitian yang komprehensif tersebut.
RRI.CO.ID, Wamena - Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung. Temuan tersebut berasal dari penelitian Mass General Brigham yang menganalisis data lebih dari 112 ribu orang dalam studi kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat.
Penelitian tersebut melibatkan 112.284 peserta dari Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Selama periode pemantauan yang berlangsung selama beberapa dekade, sebanyak 278 peserta mengalami kanker lambung.
Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman berpemanis setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per bulan. Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan sejumlah faktor risiko lainnya. (Sumber: news.massgeneralbrigham.org)
Minuman berpemanis yang diteliti mencakup minuman bersoda, punch, limun, dan minuman olahraga. Peneliti juga menemukan bahwa asupan fruktosa yang lebih tinggi, yang merupakan salah satu pemanis utama dalam minuman tersebut, berkaitan dengan peningkatan kejadian kanker lambung.
Meski demikian, penelitian ini belum membuktikan bahwa minuman berpemanis secara langsung menyebabkan kanker lambung. Studi tersebut bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman berpemanis dan risiko kanker. Peneliti menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan tersebut serta memahami mekanismenya.
Peneliti juga melihat kaitannya dengan infeksi Helicobacter pylori atau H. pylori, salah satu faktor yang diketahui meningkatkan risiko kanker lambung. Namun, pada kelompok yang memiliki data pemeriksaan H. pylori, tidak ditemukan hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan infeksi bakteri tersebut.
Temuan ini menjadi pengingat untuk memperhatikan pola konsumsi minuman sehari-hari. Mengurangi minuman yang mengandung gula tambahan dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat, sementara penelitian mengenai hubungan antara minuman berpemanis dan kanker lambung masih terus dikembangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....