Rutin Minum Teh Pagi, Benarkah Baik untuk Kesehatan Ginjal?

  • 31 Agt 2026 21:15 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Minum teh di pagi hari menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Selain memberikan sensasi segar dan membantu meningkatkan kewaspadaan, teh mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan konsumsi teh memiliki hubungan dengan beberapa indikator kesehatan ginjal, meski manfaat tersebut tidak berarti teh dapat secara langsung “membersihkan” ginjal.

Penelitian yang diterbitkan dalam Food Science & Nutrition menganalisis data 40.496 peserta dan menemukan konsumsi teh pada pagi hingga siang hari berkaitan dengan nilai estimated glomerular filtration rate (eGFR) yang lebih tinggi. eGFR merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai fungsi penyaringan ginjal. Namun, peneliti menegaskan penelitian tersebut bersifat cross-sectional, sehingga belum dapat membuktikan bahwa minum teh secara langsung meningkatkan fungsi ginjal.

Temuan lain datang dari studi kohort terhadap 110.585 orang Jepang yang diterbitkan pada 2025. Setelah mengikuti peserta selama median 19 tahun, peneliti menemukan konsumsi teh hijau pada perempuan berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit ginjal kronis yang lebih rendah. Namun, hubungan tersebut tidak ditemukan pada laki-laki, sehingga hasil penelitian tidak bisa digeneralisasi secara sederhana kepada semua orang. (Sumber: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov)

Penelitian lain terhadap 17.575 orang yang telah mengalami penyakit ginjal kronis juga memberikan temuan menarik. Konsumsi hingga sekitar empat cangkir teh per hari dikaitkan dengan risiko kematian semua penyebab yang lebih rendah, terutama pada pasien CKD stadium awal. Meski demikian, penelitian tersebut merupakan penelitian observasional sehingga masih terdapat kemungkinan faktor gaya hidup lain turut memengaruhi hasilnya.

Selain fungsi ginjal secara umum, konsumsi teh juga diteliti terkait batu ginjal. Analisis terhadap lebih dari 1,26 juta peserta menemukan konsumsi teh berkaitan dengan risiko batu ginjal yang lebih rendah. Meski demikian, masyarakat perlu berhati-hati dalam menafsirkan temuan tersebut. Minum teh tidak sama dengan melakukan “detoks” atau membersihkan ginjal. Ginjal secara alami berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine.

Karena itu, minum teh dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari, terutama bila tidak dibebani gula secara berlebihan. Bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal, pembatasan cairan, kalium, fosfor, kafein atau komponen makanan tertentu dapat berbeda-beda sesuai kondisi masing-masing. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan, sehingga kebiasaan minum teh dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pengobatan yang sedang dijalani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....