Puskesmas Megah Karya Tabo dan Pahabol di Pelosok Papua Pegunungan

  • 06 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol telah membangun infrastruktur kesehatan modern di Provinsi Papua Pegunungan dalam waktu 15 bulan memimpin tanpa publikasi yang gegap gempita.
  • Tiga Puskesmas baru telah dibangun di tiga kabupaten berbeda pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil.
  • Tim yang dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Titus Kogoya melakukan peninjauan maraton ke ketiga lokasi Puskesmas baru pada Kamis, 6 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Wamena - Baru satu tahun tiga bulan memimpin Provinsi Papua Pegunungan, duet Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol rupanya memilih bergerak dalam senyap. Tanpa banyak publikasi yang gegap gempita, infrastruktur kesehatan modern kini justru telah berdiri kokoh di daerah terpencil.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan pun langsung tancap gas. Pada Kamis (6/8/2026), sebuah tim yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Titus Kogoya, melakukan peninjauan maraton ke tiga titik Puskesmas baru di tiga kabupaten berbeda yang telah dibangun pada 2025.

Misi mereka adalah memastikan fasilitas kesehatan berstandar nasional yang telah dibangun dan siap melayani masyarakat di wilayah paling terpencil.

Fasilitas Megah Standard Nasional di Tingkat Distrik

Titik pertama yang dikunjungi adalah Puskesmas Uganda di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah. Bangunan kokoh bercat segar hijau tampak kontras sekaligus indah di antara lanskap pegunungan.

Kunjungan rombongan Dinkes Papua Pegunungan di Puskesmas Uganda Kabupaten Mamteng (RRI/Ronny)

"Kami sekarang berada di Puskesmas Uganda. Bangunan yang ada di belakang kami ini merupakan bangunan yang sangat megah dengan standar nasional sesuai standar Kementerian Kesehatan," ujar Titus Kogoya bangga di sela-sela peninjauannya.

Proyek yang didanai anggaran tahun 2025 ini tidak hanya membangun gedung utama. Pemprov Papua Pegunungan mengadopsi sistem pembangunan terintegrasi yang mencakup fasilitas penunjang

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjamin operasional. Dua unit rumah dinas untuk tempat tinggal tenaga kesehatan (nakes) serta sistem air bersih hingga pos keamanan.

Langkah serupa ternyata sudah merambah ke kabupaten lain. Puskesmas Tagineri di Kabupaten Tolikara dan Puskesmas Silokarnodoga, Kabupaten Jayawijaya, juga terus dikebut sejak tahun 2024 dan 2025 untuk segera beroperasi penuh.

Tak Hanya Gedung: Ambulans, Kerja Sama UGM, hingga Dokter Spesialis

Gerak cepat Pemprov Papua Pegunungan terbukti menyentuh akar permasalahan kesehatan yang krusial. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), Darbi Kio, membeberkan bahwa strategi pemerintah kali ini mencakup penguatan hulu ke hilir:

  1. Mobilitas Darurat: Penyerahan satu unit ambulans dan satu unit mobil jenazah untuk memecah sentralisasi rujukan yang selama ini menumpuk di Jayawijaya. Rumah Sakit Yalimo dan Rumah Sakit Lanny Jaya dijadwalkan menerima armada ambulans tahun ini.

  2. Penguatan SDM: Rekrutmen 60 tenaga honorer kesehatan yang sudah disebar ke tujuh kabupaten sejak Mei 2026.

  3. Investasi Jangka Panjang: Pemprov resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta untuk menjaring dan menyekolahkan dokter spesialis asli daerah demi persiapan pembangunan Rumah Sakit Tipe C di wilayah pegunungan.

Menantang Geografis Papua Pegunungan

Membangun di provinsi baru ini bukan perkara mudah. Darbi Kio mengakui medan geografis adalah tantangan terbesar sekaligus alasan mengapa proses ini membutuhkan ketekunan ekstra.

"Papua Pegunungan berbeda dengan provinsi lain. Akses ke banyak daerah hanya bisa ditembus menggunakan pesawat kecil. Distribusi alat kesehatan, seperti rencana pengiriman ke Rumah Sakit Elpida Sara di Kabupaten Nduga, membutuhkan jalur logistik udara yang sangat khusus," jelas Darbi.

Namun, kendala langit dan cuaca tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah untuk menjamin hak sehat warga lokal.

Senyum Harapan dari Puskesmas Uganda

Puskesmas Uganda Kabupaten Mamteng yang dibangun Pemprov Papua Pegunungan tahun anggaran 2025 (RRI/Ronny)

Manfaat nyata dari pembangunan senyap ini langsung dirasakan oleh garda terdepan kesehatan. Andes, seorang Staf Gizi di Puskesmas Uganda, mengungkapkan rasa lega yang luar biasa dengan berdirinya gedung baru ini.

"Selama ini bangunan lama kami lokasinya sangat jauh dari pemukiman, sehingga masyarakat sulit menjangkau pelayanan kesehatan. Dengan adanya bangunan baru yang megah ini, pelayanan menjadi jauh lebih dekat dan mudah," kata Andes terharu.

Meski begitu, Andes menyelipkan harapan kepada dinas terkait agar ke depan jumlah rumah dinas untuk paramedis terus ditambah, pasokan air bersih dimaksimalkan, serta ditempatkan dokter gigi. Saat ini, Puskesmas Uganda baru diperkuat oleh 20 nakes dan satu dokter umum.

Kunjungan kerja di awal Agustus 2026 ini menjadi bukti konkret. Di bawah kepemimpinan John Tabo dan Ones Pahabol, fondasi kesehatan masyarakat Papua Pegunungan sedang ditata secara bertahap, merata, dan menyentuh mereka yang selama ini tak terjangkau (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....