Benarkah Rebahan Setelah Makan Bisa Memperburuk Gula Darah?
- 02 Jul 2026 15:59 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Kebiasaan langsung rebahan atau tidur setelah makan memang bisa memperburuk kontrol gula darah di dalam tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat atau gula. Dilansir dari beberapa sumber, Berikut adalah penjelasan ilmiah mengapa kebiasaan ini berdampak buruk bagi metabolisme, serta dampaknya yang tidak boleh diremehkan.
Saat kita makan, tubuh akan memecah karbohidrat menjadi glukosa (gula darah). Glukosa ini dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai energi. Agar glukosa bisa masuk ke dalam sel, pankreas melepaskan hormon yang bernama insulin. Proses ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas fisik melalui dua mekanisme utama:
1. Hilangnya Efek Spons Otot
| Baca juga: Berikut Manfaat Makan Jahe Mentah Bagi Tubuh |
Otot rangka adalah konsumen glukosa terbesar di dalam tubuh. Saat kita bergerak atau berjalan setelah makan, otot-otot aktif akan bertindak seperti spons yang menyerap glukosa langsung dari aliran darah untuk menjadikannya bahan bakar. Hebatnya, pergerakan otot ini memicu penyerapan glukosa secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada insulin. Sebaliknya, ketika kita langsung rebahan, otot-otot berada dalam kondisi istirahat total. Akibatnya, gula yang baru saja diserap dari makanan akan tertahan lebih lama di dalam aliran darah, memicu lonjakan gula darah (postprandial spike) yang tinggi dan tajam.
2. Penurunan Sensitivitas Insulin
Karena otot tidak membantu menyerap gula saat Anda rebahan, beban kerja sepenuhnya dilemparkan kepada insulin. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, sel-sel tubuh lama-kelamaan akan menjadi kurang responsif terhadap insulin sebuah kondisi yang disebut resistensi insulin. Ketika resistensi insulin terjadi, pankreas harus bekerja ekstra keras memproduksi lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula darah yang sama.
Selain merusak kestabilan gula darah, langsung berbaring setelah makan juga memicu masalah kesehatan lain yang saling berkaitan:
Memicu Asam Lambung (GERD)
Gaya gravitasi membantu menjaga makanan dan asam lambung tetap berada di bawah. Saat Anda rebahan, posisi horizontal memudahkan cairan lambung mengalir kembali ke atas menuju kerongkongan (reflux), menyebabkan sensasi dada terbakar (heartburn) dan mual.
Baca juga: Manfaat Buah Kolang-Kaling Bagi KesehatanPenumpukan Lemak Viseral
Gula darah yang melonjak tinggi dan tidak langsung digunakan untuk beraktivitas akan diubah oleh tubuh menjadi glikogen (cadangan energi). Jika cadangan sudah penuh, sisa gula tersebut akan disimpan sebagai lemak, terutama lemak viseral di sekitar organ perut yang memicu peradangan sistemik.
Untuk mencegah lonjakan gula darah setelah makan, Anda tidak perlu melakukan olahraga berat yang justru bisa mengganggu pencernaan. Langkah kecil berikut terbukti sangat efektif secara klinis: Jalan Kaki Ringan 10–15 Menit: Berjalan kaki dengan intensitas santai hingga sedang dalam waktu 30 menit pertama setelah makan dapat menurunkan grafik lonjakan gula darah secara signifikan. Aktivitas sederhana ini mengaktifkan otot untuk langsung membakar glukosa yang baru masuk. Jika Anda merasa sangat mengantuk atau lelah setelah makan, cobalah untuk tetap dalam posisi duduk tegak setidaknya selama 30 hingga 60 menit sebelum memutuskan untuk berbaring. Langkah ini memberi waktu bagi lambung untuk mengosongkan sebagian isinya dan memberi waktu bagi tubuh untuk mengelola glukosa awal dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....