Berjalan Saat Tidur, Kenali Penyebabnya

  • 15 Jun 2026 04:50 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Berjalan saat tidur, atau dalam istilah medis disebut somnambulisme adalah salah satu jenis gangguan tidur (parasomnia) di mana seseorang bangkit dan berjalan atau melakukan aktivitas lain dalam kondisi setengah sadar. Kondisi ini biasanya terjadi pada fase tidur dalam (deep sleep atau non-REM) dan lebih sering dialami oleh anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya. Dilansir dari beberapa sumber, Mari kita kenali beberapa penyebab utama mengapa seseorang bisa berjalan saat tidur:

1. Faktor Genetik (Keturunan)

Ini adalah salah satu penyebab paling umum. Jika Anda atau salah satu anggota keluarga memiliki riwayat berjalan saat tidur, kemungkinan besar anggota keluarga lain juga bisa mengalaminya. Jika kedua orang tua memiliki riwayat ini, risikonya pada anak meningkat hingga dua kali lipat.

2. Kurang Tidur dan Kelelahan Ekstrem

Saat tubuh sangat lelah atau mengalami kurang tidur kronis, arsitektur tidur Anda akan terganggu. Ketika Anda akhirnya bisa tidur, tubuh akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di fase deep sleep. Hal ini meningkatkan peluang terjadinya lonjakan aktivitas otak yang memicu somnambulisme.

3. Stres dan Kecemasan

Beban pikiran, stres emosional, atau gangguan kecemasan (anxiety) dapat membuat otak tetap aktif dan gelisah meskipun tubuh sedang tidur. Kondisi psikologis ini sering menjadi pemicu utama pada orang dewasa yang tiba-tiba mulai berjalan saat tidur.

4. Konsumsi Obat-obatan atau Alkohol

  • Beberapa jenis obat hipnotik atau penenang justru bisa memicu efek samping berjalan saat tidur pada sebagian orang.
  • Mengonsumsi alkohol sebelum tidur membuat tidur menjadi tidak stabil dan sering terbangun di paruh kedua malam, yang memicu gangguan parasomnia.

Kapan Harus Mengonsultasikannya ke Dokter?

Meskipun seringkali tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya (terutama pada anak-anak), Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Sering terjadi (lebih dari 1–2 kali seminggu).
  • Menyebabkan perilaku yang membahayakan diri sendiri atau orang lain (misalnya mencoba memasak, keluar rumah, atau jatuh).
  • Mengakibatkan rasa kantuk yang parah di siang hari karena kualitas tidur terganggu.
  • Baru pertama kali muncul saat sudah menginjak usia dewasa.

Jika Anda tinggal dengan seseorang yang berjalan saat tidur, jangan mengagetkan atau membangunkan mereka secara paksa, karena mereka bisa bingung, takut, atau bereaksi agresif. Cukup tuntun mereka kembali ke tempat tidur dengan lembut dan pastikan area rumah aman dari benda tajam atau pintu yang tidak terkunci.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....