Sering Kencing Tak Selalu Diabetes,Kenali Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspada
- 30 Mar 2026 07:48 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Sering kencing kerap mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat banyak orang langsung khawatir terkena diabetes. Meski peningkatan frekuensi buang air kecil memang bisa menjadi gejala diabetes, kondisi ini bukan satu-satunya penyebab. Memahami perbedaan tanda dan penyebabnya penting agar penanganan tepat waktu bisa diperoleh.
Pada diabetes, kadar gula darah tinggi memaksa ginjal membuang glukosa berlebih lewat urine. Proses ini menarik lebih banyak cairan sehingga volume urine meningkat dan frekuensi kencing bertambah. Jika disertai keluhan lain seperti haus berlebihan, lapar terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab, dan penglihatan kabur, pemeriksaan gula darah menjadi langkah penting.
Namun, sering kencing juga dapat dipicu oleh kondisi lain. Infeksi saluran kemih (ISK) sering menimbulkan dorongan kencing mendesak disertai nyeri atau sensasi terbakar. Penggunaan obat diuretik, asupan cairan berlebih, konsumsi kafein atau alkohol, serta kondisi kandung kemih overaktif dan pembesaran prostat pada pria juga kerap menjadi penyebab.
Tenaga medis akan mengandalkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta tes penunjang seperti tes urine untuk mendeteksi infeksi atau glukosa, pemeriksaan gula darah sewaktu atau puasa, dan bila perlu pemeriksaan HbA1c untuk menegakkan diagnosis diabetes. Penanganan disesuaikan dengan penyebab; infeksi memerlukan antibiotik, sedangkan diabetes memerlukan pengelolaan gula darah dan perubahan gaya hidup.
Kapan harus segera ke dokter? Cari pertolongan medis bila sering kencing berlangsung terus-menerus tanpa alasan jelas, disertai gejala seperti demam, nyeri pinggang, darah dalam urine, penurunan berat badan, luka yang sulit sembuh, atau rasa haus dan lapar berlebihan. Keluhan tersebut bisa mengindikasikan kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat.
Pencegahan sederhana dapat membantu menurunkan risiko: batasi konsumsi gula, kafein, dan alkohol; atur asupan cairan sesuai kebutuhan; jaga kebersihan area genital; serta jalani skrining kesehatan rutin terutama bagi mereka dengan riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau usia lanjut. Diagnosis dini dan perawatan tepat mampu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
Untuk keterangan lebih lanjut atau pemeriksaan, kunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau konsultasikan dengan dokter keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....