Tak Seaman Diklaim, WHO Ungkap Dampak Berbahaya Rokok Elektrik
- 22 Feb 2026 08:52 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Bahaya penggunaan rokok elektrik atau vape kembali menjadi perhatian dunia kesehatan setelah sejumlah lembaga internasional merilis laporan resmi terkait risikonya. World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa rokok elektrik tetap berbahaya bagi kesehatan dan tidak aman bagi anak-anak, remaja, ibu hamil, maupun non-perokok. WHO menyebutkan bahwa sebagian besar produk vape mengandung nikotin yang sangat adiktif dan dapat berdampak negatif pada perkembangan otak.
Dalam laporan resminya, WHO juga menyatakan bahwa cairan rokok elektrik mengandung berbagai zat kimia beracun, termasuk bahan yang dapat menyebabkan kanker serta gangguan paru-paru dan jantung. Meski beberapa pihak mengklaim vape sebagai alat bantu berhenti merokok, WHO menilai bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanannya masih terbatas serta memerlukan pengawasan ketat.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat pernah melaporkan wabah cedera paru-paru terkait penggunaan vape pada 2019. Ribuan kasus EVALI (E-cigarette or Vaping Associated Lung Injury) tercatat, dengan gejala mulai dari sesak napas, batuk berat, nyeri dada, hingga gangguan pencernaan. Sejumlah kasus bahkan berujung pada kematian, sehingga memicu investigasi nasional saat itu.
CDC juga menegaskan bahwa nikotin dalam vape dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang pada akhirnya memperbesar risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, paparan zat kimia dalam aerosol vape berpotensi menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan merusak jaringan paru dalam jangka panjang.
Para ahli kesehatan masyarakat menilai meningkatnya tren penggunaan vape di kalangan remaja menjadi tantangan serius. Nikotin dapat mengganggu perkembangan otak hingga usia 25 tahun, memengaruhi kemampuan belajar, kontrol emosi, dan daya ingat. Karena itu, lembaga kesehatan global terus mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi serta meningkatkan edukasi publik mengenai risiko rokok elektrik.
Berdasarkan rekomendasi lembaga-lembaga tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap vape sebagai produk yang aman. Menghindari semua bentuk produk tembakau dan nikotin tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi kesehatan diri dan generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....