Antusias Tinggi, CKG Raih 52 Juta Peserta

  • 04 Des 2025 07:58 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Indonesia mencatat capaian signifikan dengan berhasil menjangkau lebih dari 52 juta peserta di seluruh Indonesia. Program yang berlangsung sejak Februari hingga November 2025 ini disebut sebagai momentum penting dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif dan deteksi dini penyakit.

Dari total peserta, tercatat 34,3 juta merupakan masyarakat umum, sementara 16,2 juta lainnya adalah peserta dari sekolah. Pemerintah menilai tingginya partisipasi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum penyakit berkembang lebih serius.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan dukungan masyarakat.

“Angka lebih dari 52 juta peserta merupakan tonggak penting bagi upaya memperkuat budaya deteksi dini di Indonesia. Namun data juga menunjukkan bahwa pola hidup sehat perlu terus diperkuat,” ujar Menkes.

Dari data pemeriksaan yang dihimpun, pemerintah menemukan sejumlah masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian khusus. Lebih dari 95 persen orang dewasa tercatat memiliki aktivitas fisik sangat rendah. Selain itu, kasus obesitas, obesitas sentral, hipertensi, serta karies gigi ditemukan dalam jumlah signifikan di banyak wilayah.

Masalah kesehatan juga berbeda berdasarkan kelompok usia. Pada bayi ditemukan risiko kelainan saluran empedu dan berat badan lahir rendah, sementara pada balita serta anak-anak, karies gigi dan stunting masih menjadi tantangan dominan. Di kelompok lansia, angka hipertensi tercatat mencapai 37,7 persen.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan pentingnya pemeriksaan ini bagi seluruh kelompok usia, bukan hanya lansia.

“Deteksi dini dapat mencegah kondisi kronis, kecacatan, hingga kematian. Program ini juga berpotensi mengurangi beban ekonomi negara di masa depan,” jelasnya.

Salah satu keunggulan pelaksanaan program ini adalah keberhasilannya menjangkau daerah terpencil dan komunitas adat, termasuk masyarakat Baduy di Banten. Pemerintah memastikan layanan kesehatan diberikan secara setara tanpa memandang lokasi maupun latar belakang sosial masyarakat.

Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK, Linda Restaningrum, menyatakan komitmen untuk memperluas cakupan program CKG ke seluruh wilayah.

“Kami memastikan akses layanan kesehatan yang gratis dan berkualitas tersedia untuk semua masyarakat, termasuk wilayah pedalaman dan adat,” katanya.

Pengumpulan data dari program CKG akan menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy) untuk memperkuat program preventif di fasilitas kesehatan.

Pemerintah menargetkan peningkatan layanan promotif dan preventif agar masyarakat tidak hanya memeriksakan diri ketika sakit, tetapi menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dengan capaian lebih dari 52 juta peserta, Program CKG dinilai menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional menuju fokus pencegahan dan deteksi dini. Pemerintah berharap masyarakat terus memanfaatkan layanan ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko penyakit kronis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....