Berikut Bahaya Rokok Bagi Perokok Pasif

  • 16 Okt 2025 07:57 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi secara tidak langsung menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Bahaya menjadi perokok pasif sangat serius, karena asap rokok (disebut juga Asap Rokok Lingkungan/ETS) mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk zat karsinogenik, yang dapat memicu berbagai penyakit mematikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jutaan orang meninggal setiap tahun akibat paparan asap rokok pasif. Paparan asap rokok pasif secara konsisten dapat merusak sel dan jaringan tubuh, serta meningkatkan risiko penyakit serius yang sama diderita oleh perokok aktif:

1. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Serangan Jantung: Asap rokok merusak lapisan pembuluh darah (endotel), meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan menyebabkan pembekuan darah. Perokok pasif memiliki risiko 25% hingga 30% lebih tinggi terkena penyakit jantung. Kerusakan pembuluh darah akibat asap rokok juga meningkatkan risiko penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) di otak, yang memicu stroke.

2. Kanker Paru-paru

Perokok pasif memiliki risiko 20% hingga 30% lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan orang yang tidak terpapar asap rokok. Hal ini disebabkan menghirup zat karsinogen langsung.

3. Gangguan Pernapasan

Iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Meningkatkan risiko dan memperburuk penyakit paru-paru seperti Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

4. Gangguan Reproduksi Wanita

Pada wanita, paparan asap rokok pasif dapat mengganggu kesuburan dan meningkatkan risiko berbagai kanker lain (misalnya kanker payudara, kanker leher rahim).

Ketika ibu hamil menjadi perokok pasif, zat-zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida dapat masuk ke aliran darah dan diserap oleh janin, menyebabkan kelahiran prematur (lahir terlalu cepat), berat badan lahir rendah (bblr), keguguran atau kelahiran mati.

Dan gangguan pada perkembangan paru-paru dan sistem saraf pusat janin.

Anak-anak dan bayi adalah kelompok yang paling rentan karena sistem kekebalan tubuh dan paru-paru mereka masih berkembang. Paparan asap rokok pasif pada anak dapat menyebabkan:

  1. Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS), Risiko SIDS meningkat pada bayi yang tinggal dengan perokok.
  2. Peningkatan risiko penyakit seperti Pneumonia, Bronkitis, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
  3. Anak-anak yang sudah memiliki asma akan mengalami gejala yang lebih sering dan lebih parah.
  4. Peningkatan risiko Infeksi Telinga Tengah (otitis media).
  5. Paru-paru anak-anak perokok pasif cenderung tidak berkembang secara maksimal dan memiliki fungsi yang lebih lemah.
  6. Beberapa penelitian mengaitkan paparan asap rokok pasif dengan masalah perilaku dan kesulitan belajar.

Satu-satunya cara yang efektif untuk melindungi diri dari bahaya perokok pasif adalah menghindari paparan asap rokok sepenuhnya, terutama dengan melarang merokok di dalam rumah atau mobil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....