Apakah Berbahaya Tidak Mengunyah Makanan?
- 08 Okt 2025 19:57 WIB
- Wamena
KBRN, Jayawijaya: Apakah kamu keseringan makan karena terburu-buru hingga lupa mengunyah makanan dengan baik, kebiasaan sepeleh ini berdampak besar. Tidak mengunyah makanan dengan benar, atau makan terlalu cepat, dapat menyebabkan berbagai bahaya dan masalah kesehatan yang serius. Mengunyah adalah langkah pertama dan penting dalam proses pencernaan. Dilansir dari beberapa sumber, Berikut adalah bahaya utama jika Anda tidak mengunyah makanan dengan baik:
1. Masalah pada Sistem Pencernaan
Ketika makanan langsung ditelan dalam potongan besar, seluruh saluran pencernaan akan bekerja lebih keras dan kurang efisien. Makanan yang tidak dihaluskan di mulut akan membuat lambung dan usus harus bekerja ekstra keras untuk memecahnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti perut kembung, gas, nyeri perut, dan bahkan dapat memicu sindrom iritasi usus atau sembelit.
Mengunyah membantu memecah makanan menjadi partikel yang sangat kecil sehingga enzim pencernaan dapat menyerap nutrisi secara maksimal. Jika makanan masih dalam potongan besar, nutrisi (vitamin, mineral) tidak terserap sepenuhnya oleh usus halus. Akibatnya, Anda bisa mengalami kekurangan nutrisi meskipun sudah makan makanan bergizi. Makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung (GERD). Makanan yang masuk terburu-buru bisa meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) atau rasa pahit di mulut.
2. Risiko Tersedak dan Komplikasi Fisik
Menelan makanan dalam ukuran yang tidak seharusnya adalah bahaya fisik yang paling langsung. Ini adalah risiko paling akut. Potongan makanan yang terlalu besar dapat tersangkut di tenggorokan dan menghambat saluran napas, yang jika tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa. Potongan makanan yang keras atau besar dapat menyebabkan iritasi atau luka pada dinding kerongkongan saat ditelan.
3. Peningkatan Berat Badan dan Penyakit Kronis
Mengunyah secara perlahan adalah mekanisme alami tubuh untuk mengendalikan porsi makan. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak Anda mulai makan untuk mengirimkan sinyal kenyang ke perut. Jika Anda makan terlalu cepat, Anda cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan (kelebihan kalori) sebelum otak menyadari bahwa tubuh sudah cukup makan. Hal ini berkontribusi pada peningkatan berat badan dan risiko obesitas. Kebiasaan makan cepat dan penambahan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena Sindrom Metabolik, yang merupakan cikal bakal penyakit serius seperti Diabetes Tipe 2 dan penyakit jantung.
Mengunyah makanan hingga halus bukan hanya soal tata krama, tetapi merupakan bagian krusial dari kesehatan. Proses ini memicu produksi air liur yang mengandung enzim (amilase) untuk memulai pemecahan karbohidrat, mempersiapkan lambung, dan memudahkan penyerapan. Cobalah luangkan waktu untuk makan setidaknya selama 20 menit dan nikmati setiap gigitan hingga makanan benar-benar lembut sebelum ditelan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....