Apa Itu Aphantasia?

  • 06 Okt 2025 19:36 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Aphantasia adalah kondisi neurologis di mana seseorang mengalami ketidakmampuan untuk menghasilkan citra mental (gambar visual) di dalam pikirannya. Sederhananya, orang dengan aphantasia tidak memiliki mata pikiran (mind's eye) untuk membayangkan atau memvisualisasikan sesuatu.

Meskipun mereka dapat berpikir secara konseptual, verbal, atau mengetahui fakta-fakta tentang suatu objek, mereka tidak dapat melihat gambaran visual dari objek tersebut di benak mereka.

Aphantasia berada di ujung spektrum imajinasi visual, yang berlawanan dengan Hyperphantasia (kemampuan visualisasi mental yang sangat jelas, bahkan sejelas penglihatan nyata).

Dilansir dari beberapa sumber,Ciri-ciri utama dari orang yang mengalami aphantasia antara lain :

1. Ketiadaan Gambar Mental

Jika diminta untuk memejamkan mata dan membayangkan wajah teman, pemandangan pantai, atau seekor apel, mereka tidak akan "melihat" gambar apa pun; hanya kegelapan atau konsep verbal tentang objek tersebut.

2. Kesulitan Mengingat Peristiwa Masa Lalu (Memori Otobiografi)

Mereka sering kesulitan mengingat kenangan masa lalu dengan detail sensorik yang jelas (seperti bau, sentuhan, atau visual adegan). Mereka mungkin hanya mengingat fakta-fakta tentang peristiwa tersebut.

4. Jarang atau Tidak Pernah Bermimpi

Sebagian penderita aphantasia melaporkan bahwa mereka jarang atau tidak pernah bermimpi, atau jika bermimpi, mimpi mereka tidak memiliki komponen visual yang jelas.

5. Kesulitan dalam Tugas Visualisasi

Tugas-tugas seperti merencanakan rute baru, mengingat wajah orang yang baru dikenal, atau mendeskripsikan suatu ruangan mungkin menjadi tantangan karena tidak bisa mengandalkan imajinasi visual.

6.Imajinasi Non-Visual Tetap Ada

Penting untuk dicatat, aphantasia tidak berarti seseorang tidak memiliki imajinasi atau kreativitas. Mereka masih bisa berimajinasi dan berpikir secara mendalam, tetapi proses tersebut dilakukan dengan cara non-visual (melalui konsep, kata-kata, atau logika).

Penyebab pasti aphantasia masih terus diteliti, tetapi kondisi ini umumnya dialami sejak lahir. Diduga terkait dengan faktor genetik atau perbedaan konektivitas dan perkembangan jaringan otak, terutama jalur yang menghubungkan korteks visual dengan area memori.

Juga disebabkan karena hilangnya kemampuan visualisasi secara tiba-tiba setelah peristiwa tertentu, seperti cedera otak traumatis, stroke, atau kondisi neurologis dan psikologis tertentu (misalnya, gangguan kecemasan atau depresi).

Aphantasia saat ini dianggap sebagai variasi alami dalam cara kerja otak manusia dan bukan selalu merupakan gangguan medis yang memerlukan pengobatan, kecuali jika kondisi tersebut muncul setelah cedera otak atau sangat mengganggu kualitas hidup seseorang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....