Satu dari Lima Orang Indonesia Merasa Kesepian

  • 03 Agt 2025 09:07 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jakarta: Sebuah studi terbaru dari Litbang Kompas mengungkapkan data yang mengkhawatirkan, dimana satu dari lima orang Indonesia merasakan kesepian setidaknya seminggu sekali.

Angka ini melebihi rata-rata global yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjadikan kesepian sebagai "epidemi senyap" yang meresahkan di tanah air.

Para ahli memperingatkan bahwa kesepian bukanlah sekadar perasaan, melainkan kondisi serius dengan konsekuensi fisik, psikologis, dan ekonomi yang signifikan. Dampak fisiknya mencakup gangguan tidur, penurunan konsentrasi, dan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan stroke.

Secara ekonomi, hilangnya produktivitas akibat kesepian diperkirakan dapat merugikan Indonesia hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. Studi ini juga menyoroti tren yang sangat mengkhawatirkan di kalangan generasi muda.

Generasi Z ditemukan dua kali lebih rentan mengalami kesepian dibandingkan generasi milenial pada usia yang sama. Litbang Kompas mengidentifikasi beberapa faktor penyebab, termasuk interaksi sosial yang bergeser ke ranah digital dan tekanan hidup modern.

Untuk mengatasi masalah ini, laporan tersebut menekankan pentingnya intervensi yang tepat dari para ahli kesehatan mental dan perlunya kebijakan nasional untuk mengurangi risiko. Kesepian dianggap sebagai masalah yang tidak bisa diabaikan, karena terus menggerogoti kesejahteraan individu dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan.

Data ini diambil dari laporan Litbang Kompas, "Survei Nasional tentang Kesepian (2025)," dan data global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....