Dipalang, Puskesmas Bolakme Hampir Empat Bulan Tidak Lakukan Pelayanan

  • 30 Jan 2025 21:23 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Imbas dari pemalangan yang terjadi di Puskesmas Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, berdampak pada tidak berjalannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah itu. Salah seorang Tokoh Pemuda Distrik Bolakme Samson Ginia kepada awak media mengatakan, pemalangan yang terjadi di Puskesmas tersebut, sudah berjalan kurang lebih 4 (empat) bulan terakhir, sehingga masyarakat sulit dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Bagi masyarakat yang ingin berobat, banyak diantara mereka yang mendatangi Pos TNI yang berada di wilayah Bolakme, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan tak jarang, masyarakat pun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju ke Kota Wamena, untuk mengakses beberapa Puskesmas di daerah itu.

“Masyarakat mau berobat itu susah, dan tak jarang ada hal emergency mereka harus ke Kota Wamena yang jaraknya cukup jauh, bahkan sebagian besarnya lari berobat ke Pos TNI, karena mau berobat di Puskesmas Bolakme tapi masih dipalang dan belum di buka,” kata Samson Ginia di Wamena, Kamis (30/1/2025).

Diakui, sejak terjadinya pemalangan Puskesmas, belum ada satupun pihak pemerintah daerah melalui dinas terkait yang melihat kondisi yang terjadi di Puskesmas Bolakme. Untuk itu Samson Ginia mengharapkan, agar pemerintah daerah dapat dengan serius melihat kondisi yang terjadi saat ini, karena hingga kini masyarakat di Distrik Bolakme krisis akan pelayanan kesehatan.

“Pernah ada Anggota DPRK dari Dapil Bolakme yang datang lihat kondisi puskesmas, tapi sampai saat ini belum ada titik terang penyelesaian, sebenarnya disana ada aparatur Distrik dan Kampung tapi mungkin hal ini mereka belum pernah laporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten,” tegas Samson.

“Kami mohon kepada Pj. Bupati Jayawijaya dan Kepala Dinas Kesehatan, mohon ambil langkah yang serius dan pastikan apakah Kepala Puskesmas Bolakme ini dia aktif atau tidak, karena situasi saat ini masyrakat di daerah itu krisis kesehatan,” tutrnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....